Pelabuhan peti kemas (Gatra/Rifki M. Irsyad/yus4) Jakarta, GATRAnews - Indonesia terus menguatkan kerja sama di sektor industri khususnya skala kecil dan menengah dengan negara-negara anggota
Pedagang beras, telur dan sejumlah bahan kebutuhan pokok lain di pasar tradisonal. (Foto: GATRAnews/Ridlo Susanto/AK9) Purbalingga, GATRAnews – Harga beras dan sejumlah bahan kebutuhan pokok
Ilustrasi (ANTARA/Adeng Bustomi/AR7) Jakarta, GATRAnews - Wakil Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Amirullah Setya Hardi berharap kebijakan impor garam yang akan ditempuh
SesmenkopUKM Agus Muharram beserta Prof. Kim Soo Il dan Atase Perdagangan Kedubes RI Aksamil, dan Tim Smesco Indonesia di gedung BIC, Korea Selatan (Dok KemenkopUKM/AK9) Jakarta, GATRAnews - Untuk
Gedung Busan Indonesia Center (BIC). Korea Selatan (Dok KemenkopUKM/AK9) Jakarta, GATRAnews - Berbagai produk UKM Indonesia akan tampil di Busan, Korea Selatan (Korsel), setelah Kementerian
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati (Gatra/Drigo Tobing/AK9) Jakarta, GATRAnews - Rencana Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian
CEO Starbucks, Howard Schultz (AFP/Jason Redmond/AK9) Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI), Azrul Tanjung, menilai dukungan CEO Starbucks,

Jokowi: Pasar Klewer Jangan Kalah dengan Mall

Presiden Joko Widodo meresmikan dibukanya kembali Pasar Klewer di Kota Solo, Jumat (21/4). (Dok Sekretariat Kabinet/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo meresmikan dibukanya kembali Pasar Klewer di Kota Solo, Jumat (21/4). Pasar tersebut dibangun ulang setelah terbakar pada penghujung tahun 2014 silam.

 

Di hadapan para pedagang dan masyarakat yang hadir dalam acara peresmian kembali Pasar Klewer, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa pasar tersebut merupakan salah satu ikon Kota Solo. Oleh karenanya, ia berharap meskipun Pasar Klewer sesungguhnya ialah berupa pasar tradisional, namun tidak kalah dengan dengan mal-mal besar.

 

"Pasar ini adalah ikon Kota Solo dan tidak boleh kalah dengan mal-mal besar. Pasar Klewer harus menjadi pasar tradisional yang modern dan aman. Pelanggan dan pembeli datang aman, tidak ada yang kecopetan. Tertib, nyaman, bisa tawar menawar dengan pedagang karena ini ciri khas pasar Klewer. Juga Keramahan dari pedagang, kualitas produk yang dijual, dan harga yang terjangkau," ujarnya.

 

Pasar Klewer tidak hanya menjual produk-produk yang berasal dari Kota Solo saja. Produk dari sejumlah daerah lain turut dijajakan di dalamnya. Sebut saja Sragen, Karanganyar, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Tegal, Pekalongan, Jepara, dan Cirebon yang merupakan beberapa di antaranya.

 

"Ini menampung produk-produk rakyat untuk dipasarkan, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor," ungkap Presiden.

 

Presiden sempat menceritakan bagaimana Wali Kota Solo yang berulang kali menghadap dirinya untuk menanyakan kepastian mengenai revitalisasi Pasar Klewer. Untuk diketahui, sepuluh persen dana revitalisasi Pasar Klewer dibiayai oleh APBD Kota Solo, yakni sebesar Rp 16 miliar. Sementara sisanya, dibiayai oleh APBN.

 

"Karena APBN kita digunakan dari Sabang sampai Merauke. Harus dibagi-bagi agar semua mendapatkan. Akhirnya Pak Rudi (Wali Kota Solo) menyampaikan APBD bisa kira-kira sepuluh persennya, Rp 16 miliar. APBN menanggung sisanya, tapi ternyata habisnya juga banyak sekali," kata Presiden.

 

Revitalisasi serupa yang dilakukan terhadap Pasar Klewer juga akan dilakukan di pasar-pasar tradisional lainnya. Tak hanya yang berada di Pulau Jawa, tapi juga pulau-pulau lainnya yang selama ini mungkin kurang mendapatkan perhatian.

 

"Di Papua ada, Aceh ada, tadi beberapa di Jawa Tengah yang juga terbakar memang belum dapat jatah saja. Syukur nanti dari APBD provinsi sudah bisa tangani, artinya APBN akan kita geser ke tempat-tempat yang memang membutuhkan," Jokowi menjelaskan.

 

Namun, Presiden turut menitipkan pesannya kepada para pedagang dan pengelola Pasar Klewer. Ia meminta  untuk dapat merawat dan menjaga kondisi pasar tersebut agar mampu bersaing dengan pasar-pasar modern dan membuat pengunjung terus merasa nyaman berbelanja di dalamnya.

 

"Saya titip betul-betul, sekarang ini ada 1.713 kios dan pelataran yang bisa menampung lebih dari seribu pedagang. Tolong kita rawat, kita jaga, pasar ini agar bersih seperti yang kita lihat sekarang ini," tuturnya.

 

Setelah meresmikan Pasar Klewer, Presiden berkeliling melihat kios-kios baru.

 

Tampak hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

Share this article