Sejumlah wisatawan berada di dalam pekarangan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. (ANTARA/Syifa Yulinnas/FT02) Jakarta,gatra.com - Mastercard-HalalTrip merilis laporan
Bursa Efek Indonesia (GATRA/Agriana Ali/HR02) Jakarta, Gatra.com - PT Panca Budi Idaman Tbk siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menjual saham ke publik melalui penawaran umum
Ilustrasi (Antara/Eric Ireng/AK9) Jakarta, gatracom- Dewan Energi Nasional (DEN) meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan pembahasan tata kelola gas. Tak hanya berdampak bagi akses gas yang
enteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (Dok Kemristekdikti‏/AK9) Jakarta, gatra.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-9 Kelompok Delapan Negara Berkembang (D-8) di Istanbul Turki, Jumat (20/10).
Bursa Efek Indonesia (GATRA/Agriana Ali/HR02) Jakarta, gatracom - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan ini (9 Oktober-13 Oktober) terus mengalami penguatan menuju 6.000
Ilustrasi. Jakarta, Gatracom - Kontribusi ritel modern terhadap bisnis ritel di Indonesia masih sangat kecil. Oleh karena itu, kesempatan ritel modern di Indonesia untuk berkembang jauh lebih

IHW Lakukan Sejumlah Langkah Soal Mi Mengandung Babi

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Halal Watch sedang mempersiapkan langkah-langkah yang tepat untuk melindungi konsumen, khususnya konsumen muslim atas beredarnya empat produk mi instan asal Korea yang mengandung fragmen DNA spesifik babi dan tidak mencantumkan pada kemasannya.



"Indonesia Halal Watch sedang menyiapkan langkah yang tepat bagi perlindungan konsumen, khususnya konsumen muslim," kata Ikhsan Abdullah, Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW), dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews di Jakarta, Senin (19/6).

Menurut Ikhsan, pihaknya mensinyalir terdapat banyak jenis mi instan dan makanan kemasan asal Korea dan China yang tidak halal, namun tidak mencancumkannya pada kemasan produknya.

"Mereka tidak memberikan informasi pada produk ingeredien-nya (kandungan produknya) ini sangat merugikan konsumen, apalagi saat ini umat Islam sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan yang tentu saja harus dilindungi untuk tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal (haram)," ujarnya.

IHW mengapresiasi BPOM yang telah menyampaikan hasil temuannya kepada publik tentang mi instan yang mengandung fragmen DNA spesifik babi dan tidak mencantumkan di kemasannya tersebut.

"Kami sungguh mengapresiasi hasil temuan BPOM yang di-publish dan sangat bermanfaat bagi masyarakat konsumen. Dan ini kali pertama yang dilakukan dan kami minta harus terus menerus dilakukan dengan bekerja sama dengan kami dan LPPOM MUI agar masyarakat, khususnya konsumen muslim merasa nyaman," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta, Dewi Prawitasari, menyatakan, BPOM akan mencabut izin edar empat produk mi instan asal Korea, karena mengandung fragmen DNA spesifik babi dan tidak mencantumkan dalam kemasannya.

Adapun empat produk mi instan asal Kore yang akan dicabut izin edarnya itu adalah Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mi Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.


Reporter: Iwan Sutiawan

Share this article