Jogja Digital MArket (GATRA/Arif Koes/HR02) Yogyakarta,GATRAnews - Jogja Digital Market menyatakan potensi bisnis online di DI Yogyakarta sangat besar. Dalam sebulan, omzetnya mencapai Rp1
Ilustrasi - Gula kristal rafinasi (Antara/Yusuf Nugroho/AK9) Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendukung lelang online penjualan gula rafinasi yang rencananya
Mendag Enggartiasto Lukita (GATRA/Agriana Ali/HR02) Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta dukungan kepada pemerintah Kanada dalam perdagangan produk minyak kelapa
Jakarta, GATRAnews - Perkembangan usaha perdagangan berbasis online atau e-commerce di Indonesia setiap tahun terus mengalami pertumbuhan. E-commerce dipandang sebagai suatu sistem atau paradigma
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (paling kanan) pada peringatan Hari Kakao di Jakarta (Dok.Humas/HR02) Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian mengusulkan tarif bea keluar untuk
Pesawat Sukhoi SU-35 (militerhankam.com/yus4) Jakarta, GATRAnews - Indonesia dan Rusia sepakat melakukan imbal dagang sejumlah komoditas nasional dengan 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia. Barter
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (tengah) bersama Wakil Ketua Satgas Pangan, Brigjen Pol. Agung Setya (kiri) dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti (kanan)

ITPC Milan Lobi Pengusaha Italia Lewat ''Indonesia Night - Spice Up Your Business''

Seniman tari Italia, Enrico Masseroli mempromosikan budaya Indonesia dalam acara ITPC Milan (GATRAnews/dok)

Milan, GATRAnews - Sebagai upaya mendapatkan potensial buyer dan investor asal Italia, jelang Trade Expo Indonesia (TEI) yang akan dilaksanakan pada 11-15 Oktober 2017 mendatang, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Milan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Italia melakukan upaya pendekatan untuk melobi pengusaha Italia dengan menggelar acara Indonesia Night bertema, Spice Up Your Business di Milan, Italia pada Jumat (23/6).

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Italia, Malta, San Marino, Siprus dan organisasi-organisasi internasional di Roma, Esti Andayani membuka langsung acara Indonesia Night. Pada kesempatan tersebut Duta Besar mengatakan acara Indonesian Night ini adalah inisiatif yang tepat untuk mempromosikan Indonesia karena kita menggabungkan promosi perdagangan, investasi, pariwisata dan budaya.

"Ini adalah upaya kita bersama untuk memberikan kontribusi dalam memajukan perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam Nawacita Presiden Joko Widodo. Ia mengharapkan, dengan upaya ini maka perdagangan bilateral dapat terus meningkat mengingat saat ini, nilainya masih relatif kecil yaitu sekitar US$ 3 Miliar pada 2016. Kita harapkan juga acara ini dapat meningkatkan pemahaman orang Italia akan kekayaan dan keanekaragaman budaya Indonesia, termasuk gastronomi Indonesia yang dikenal menarik,” katanya dalam siaran pers yang diterima GATRAnews, Kamis (29/6).

Kepala ITPC Milan, Agung Pramudya F.R. kepada jurnalis dalam kegiatan tersebut mengatakan, pihaknya harus persuasif dalam upaya “menjemput bola” dan mendekati pengusaha Italia, karena Indonesia memiliki potensi bisnis yang menjanjikan. Misalnya adanya potensi impor untuk produk biodesel dari produk minyak sawit sebesar 90.000 metrik ton per tahun, serta produk karet sebesar 30.000 ton per tahun yang terdiri atas 15.000 ton karet natural dan 15.000 ton karet sintetis.

Sejumlah hadirin dalam acara Indonesian's Night (GATRAnews/dok)

Menurut Agung, pihaknya optimis berdasarkan indikasi ketertarikan pengusaha Italia pada produk Indonesia sudah terlihat pada pameran makanan dua tahunan Tuttofood yang diikuti ITPC Milan pada bulan Mei 2017, yang diikuti oleh produsen mie instant PT.Indofood , dimana terdapat kesuluruhan potensi transaksi dagang dari perusahaan Indonesia yang turut berpartisipasi dalam pameran Tuttofood senilai US$ 350.000 atau sekitar Rp 4,66 miliar.

“Sebagai kantor perwakilan Kementerian Perdagangan Indonesia di Italia, kami akan terus berkomitmen dalam upaya meningkatkan nilai perdagangan dan menarik investor Italia untuk menanamkan modal mereka di Indonesia, dimana sejauh ini neraca perdagangan antara Indonesia dan Italia masih mengalami surplus sebesar US$ 574,30 juta pada tahun 2016,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut ITPC Milan membuat empat kegiatan utama yang dilaksanakan secara simultan berisi penampilan karya seni asli Indonesia yaitu tari bali yang dibawakan oleh seniman Italia Enrico Masseroli yang mencintai Indonesia dan telah menekuni tarian Indonesia selama tiga puluh tahun terakhir.

Lalu disambung dengan penampilan demo masak chef Italia Fabrizio Millione yang juga menyampaikan testimoni penggunaan rempah Indonesia dalam membuat makanan yang dihasilkan menjadi kaya rasa.

Hadir pula fotografer Italia, Stefano Romano yang telah menerbitkan buku “Kampungku Indonesia” Beliau menyampaikan kesaksiannya mengenai budaya dan makanan khas Indonesia.

Bisnis Klinik bersama ITPC Milan

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi bisnis oleh Kepala ITPC Milan, Agung Pramudya dan melakukan bisnis klinik sebagai pertemuan konsultasi bisnis melalui tatap muka personal dengan ITPC Milan, Fungsi Ekonomi, Atase Perdagangan, Atase Pertanian yang sengaja menyediakan waktu untuk berdiskusi langsung dengan para pengusaha.

Hadir diantara tamu undangan antara lain para pengusaha importir dan investor asal Italia seperti VEOS SpA, Beacon, Restoran Borobudur, Bambu Design, Mrs. Flavia Pioltelli calon investor pariwisata di Indonesia dan juga kamar dagang Italia bagian Utara serta Kadin Italia untuk Asia Tenggara.

Peluncuran Program Promosi Digital ITPC Milan pada acara Indonesia Night juga meluncurkan program promosi digital berbasis teknologi Augmented Reality yaitu sebuah program aplikasi dengan platform Mobile AR “Europe in Your Hand”.

Agung menambahkan ITPC Milan berusaha mengikuti perkembangan trend digital sebagai terobosan inovatif dan mutakhir, diharapkan melalui platform ini dapat melengkapi kegiatan promosi yang selama ini telah dilakukan melalui media sosial, media cetak, berbagai kegiatan dan saat ini melalui kemasan produk.

“Diharapkan, ketika konsumen melakukan scanning menggunakan aplikasi tersebut pada kemasan atau label produk, aplikasi ini dapat memudahkan konsumen italia untuk mendapatkan informasi produk dalam bentuk video, tiga dimensi maupun langsung ke tautan website produk,” tambahnya. 


Editor: Nur Hidayat


Share this article