Jogja Digital MArket (GATRA/Arif Koes/HR02) Yogyakarta,GATRAnews - Jogja Digital Market menyatakan potensi bisnis online di DI Yogyakarta sangat besar. Dalam sebulan, omzetnya mencapai Rp1
Ilustrasi - Gula kristal rafinasi (Antara/Yusuf Nugroho/AK9) Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendukung lelang online penjualan gula rafinasi yang rencananya
Mendag Enggartiasto Lukita (GATRA/Agriana Ali/HR02) Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta dukungan kepada pemerintah Kanada dalam perdagangan produk minyak kelapa
Jakarta, GATRAnews - Perkembangan usaha perdagangan berbasis online atau e-commerce di Indonesia setiap tahun terus mengalami pertumbuhan. E-commerce dipandang sebagai suatu sistem atau paradigma
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (paling kanan) pada peringatan Hari Kakao di Jakarta (Dok.Humas/HR02) Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian mengusulkan tarif bea keluar untuk
Pesawat Sukhoi SU-35 (militerhankam.com/yus4) Jakarta, GATRAnews - Indonesia dan Rusia sepakat melakukan imbal dagang sejumlah komoditas nasional dengan 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia. Barter
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (tengah) bersama Wakil Ketua Satgas Pangan, Brigjen Pol. Agung Setya (kiri) dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti (kanan)

Kerja Sama Ketahanan Pangan Kementan - TNI Mulai Menunjukkan Hasil yang Baik

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Dok.Kementan/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Kerja sama Kementerian Pertanian dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mewujudkan ketahanan pangan mulai menunjukkan hasil yang baik. Hal itu tercermin dari tidak adanya impor beras, cabai segar dan bawang konsumsi, juga pakan ternak sejak tahun kemarin.

 

"Tidak ada impor berarti kita telah swasembada pada komoditi tersebut, dan untuk bawang merah, kita kini malah mengekspor," kata Plt. Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Suwandi, dalam keterangan tertulis, Kamis (14/9).

 

Menurutnya, kemampuan dalam swasembada dan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mewujudkan visi lumbung pangan dunia pada 2045. Langkah selanjutnya adalah swasembada bawang putih dan gula konsumsi pada 2019, kedelai pada 2020, gula industri pada 2024, dan daging sapi pada 2026.

 

"Kita sudah berada di jalur yang tepat menuju visi kita saat Indonesia berusia satu abad," tegasnya.

 

Ia menambahkan, seiring swasembada tadi, kesejahteraan petani turut meningkat seperti terlihat pada indikator kemiskinan di pedesaan turun 4,7%. “Awalnya penduduk miskin di desa Maret 2015 sebanyak 17,94 juta jiwa turun Maret 2017 menjadi 17,09 juta jiwa," tuturnya.

 

Langkah selanjutnya, Kementerian Pertanian terus melaksanakan proses struktural yang menjamin visi lumbung pangan dunia 2045 terwujud. Pertama, mengembangkan industrialisasi berbasis agro berdasarkan keunggulan komparatif. 

 

“Indonesia harus jaya kembali untuk kopi dan rempah-rempah. Integrasi aktivitas hulu-onfarm-hilir dibangun berbasis kawasan berskala ekonomi sehingga diperoleh nilai tambah dan pendapatan penduduk setempat,” jelas Suwandi.

 

Kedua, memperkuat infrastruktur sehingga memperlancar arus distribusi dari desa ke kota, di desa dibangun jalan, irigasi/embung, listrik, telekomunikasi, lembaga keuangan, pasar tani dan lainnya.

 

Ketiga, industrialisasi di pedesaan akan menyerap banyak tenaga kerja, sehingga perlu peningkatan kapasitas SDM menjadi profesional dan produktif. SDM setempat dilatih menggunakan alat mesin, perbengkelan, jasa dan lainnya sesuai standar kompetensi.

 

Keempat, keterbatasan jumlah petani diatasi dengan mekanisasi. Kementan menyediakan 80.000-100.000 unit alat mesin pertanian setiap tahunnya. Dengan mekanisasi seperti traktor, poma air, rice transplanter, combine harvester dan Rice Milling Unit terbukti bisa menekan biaya hingga 40%, waktu, tenaga, dan menurunkan susut hasil 4-8% dan meningkatkan mutu.

 

"Teknologi mekanisasi inilah yang membuat generasi muda kini berminat terjun ke pertanian dan pedesaan, dan generasi muda pun merespon positif program Kementerian Desa-PDT kini," pungkasnya.

 

 

Reporter: Didi Kurniawan

Share this article