Pedagang daging di pasar tradisional (Antara/Agung Rajasa/yus4) Jakarta, Gatra.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok dan harga daging sapi pada hari besar
Sejumlah wisatawan berada di dalam pekarangan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. (ANTARA/Syifa Yulinnas/FT02) Jakarta,gatra.com - Mastercard-HalalTrip merilis laporan
Bursa Efek Indonesia (GATRA/Agriana Ali/HR02) Jakarta, Gatra.com - PT Panca Budi Idaman Tbk siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menjual saham ke publik melalui penawaran umum
Ilustrasi (Antara/Eric Ireng/AK9) Jakarta, gatracom- Dewan Energi Nasional (DEN) meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan pembahasan tata kelola gas. Tak hanya berdampak bagi akses gas yang
enteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (Dok Kemristekdikti‏/AK9) Jakarta, gatra.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-9 Kelompok Delapan Negara Berkembang (D-8) di Istanbul Turki, Jumat (20/10).
Bursa Efek Indonesia (GATRA/Agriana Ali/HR02) Jakarta, gatracom - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan ini (9 Oktober-13 Oktober) terus mengalami penguatan menuju 6.000

Kinerja Perikanan Nasional Melambat, KNTI: Benahi Tata Kelola

Ilustrasi. (Shutterstock/AK9)

Jakarta, Gatra.com -  Kinerja perikanan nasional pada tiga tahun terakhir menunjukkan perlambatan. Pasalnya, target produksi perikanan nasional yang dicanangkan, nyaris tidak ada yang tercapai. Ekspor perikanan nasional juga mengalami kemerosotan. Selain itu, angka kredit macet untuk UMKM Sektor Perikanan pun mengalami peningkatan, demikian disampaikan Ketua Departemen Kajian Strategis Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Niko Amrullah di Jakarta, Minggu (14/01/2018).

 

“Realisasi produksi perikanan di 2015 mencapai 10,87 juta ton, sementara targetnya adalah 13,6 juta ton. Juga di 2017, realisasi produksi adalah 9,91 juta ton sedangkan targetnya pada angka 16,04 juta ton,” kata Niko.

 

Untuk realisasi ekspor perikanan nasional, lanjut Niko, pada 2015 mencapai US$ 3,95 miliar. Padahal target ekspor mencapai US$ 5,86 miliar. Tahun 2016, realisasi hanya mencapai sekitar 44,5 % yakni dari target US$ 6,82 miliar terealisasi sebesar US$ 3,78 miliar. Sementara untuk  2017, realisasi ekspor mencapai 58,4 %, dari target US$ 7,62 miliar dan terealisasi US$ 3,17 miliar.

 

“Jadi, realisasi ekspor perikanan nasional pun mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir ” kata dia.

 

Sebagai pembanding, ekspor perikanan Vietnam mencapai 2 kali lipat dari Indonesia. Padahal Indonesia memiliki panjang garis pantai 30 kali lipat lebih panjang dan juga mempunyai Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) yang luasnya 3 kali lebih luas dari Vietnam.

 

Sedangkan angka kredit macet UMKM sektor perikanan mengalami kenaikan dari 4,30% di 2016 menjadi 5,04% di 2017. Hal ini menunjukkan kelesuan giat usaha ekonomi skala kecil menengah di sektor perikanan.

 

Niko menjelaskan bahwa kondisi perikanan kita mengalami kesalahan orientasi tata kelola. Tiga Tahun Poros Maritim belum menampakkan dampak nyata terhadap kesejahteraan nelayan.

 

“Karenanya, perbaikan tata kelola perlu ditingkatkan. Pertama, internal Kementerian Kelautan Perikanan sebagai ujung tombak representasi pemerintah dalam mensejahterakan nelayan. Kedua, lembaga (organisasi) dan kelembagaan (aturan main) di dalam masyarakat pesisir perlu dikuatkan untuk akselerasi pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat pesisir,” pungkas Niko.


 

Editor :  Flora L.Y. Barus

 

 

Share this article