"Hidayah Carita Orang Basudara" Masuk Dapur Rekaman

Glenn Fredly (GATRAnews/Edward Luhukay)
Glenn Fredly (GATRAnews/Edward Luhukay)

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan rekaman #MusikBagus milik Glenn Fredly segera menggarap album religi terbaru yang diberi titel Hidayah Carita Orang Basudara (HCOB), yang menurut rencana dirilis sebelum Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Sejumlah lagu dan narasi dengan konsep kolaborasi yang melibatkan berbagai seniman asal maupun keturunan Maluku, bakal mengisi album yang diproduseri Glenn, Barry Likumahuwa, Viddy Papilaya, dan Jordy ini.



"Judul album yang ditetapkan adalah penggabungan antara kata Hidayah dengan judul buku Carita Orang Basudara yang diterbitkan PUSAD Paramadina pada 10 Maret 2014 (edisi bahasa Indonesia) dan edisi bahasa Inggris yang berjudul Basudara Stories of Peace in Maluku," demikian siaran pers #MusikBagus yang diterima GATRAnews, Kamis (13/4).

Edisi bahasa Inggris dari buku tersebut dikerjakan oleh Her Feith Foundation, dan dipublikasikan oleh penerbit dari Universitas Monash - Australia pada 8 September 2016.

Mengutip pernyataan #MusikBagus disebutkan bahwa buku ini menawarkan kisah-kisah yang membawa harapan baru, kesejukan, dan optimisme. Semua sumbangan dalam buku ini ditulis dalam semangat orang basudara. "Carita atau bercerita adalah sebuah bentuk komunikasi lisan yang disampaikan penutur kepada para pendengarnya," tulis #MusikBagus.

"Umumnya yang suka carita adalah sang ibu (Mama) kepada anak-anaknya saat mereka hendak tidur. Carita bisa berisi dongeng, fabel atau fantasi, tetapi bisa juga berisi kesaksian hidup yang dialami sang ibu atau orang lain."

Sementara, orang basudara merupakan frasa yang memiliki kaya makna. Frasa tersebut tak sekadar penunjuk teknis tentang keterhubungan seseorang dengan saudara sedarahnya. Lebih dari itu, ia juga mengandung makna cinta kasih, solidaritas, perasaan sehidup-semati, kesediaan untuk saling tolong, dan lainnya, di antara mereka.

"Karena itu, frasa orang basudara tidak dapat dipisahkan dari frasa atau metafora khas Maluku lainnya, seperti sagu salempang dipata dua, ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging, atau katong semua satu gandong," tulis #MusikBagus.

Sementara, produksi rekaman HCOB sepenuhnya dilakukan di Ambon, Maluku, guna menunjang predikat Ambon City of Music. Proses rekaman melibatkan Paduan Suara Universitas Kristen Islam Maluku, Vocal Group Basudara, Moluccas Bamboowind Orchestra, Hip-Hop Basudara, Kelompok Terompet Silo, Manumata, Siera, Nurul, Agiel, Bing Leiwakabessy, Ridho Hafiedz, serta Glenn.



Editor: Edward Luhukay

Share this article