Seru dan Deg-degan Saat Andin Komalla Manggung di BFF 2017

Andin Komalla (Dok. GATRAnews)
Andin Komalla (Dok. GATRAnews)

Jakarta, GATRAnews - Seru dan deg-degan, itulah yang dirasakan Andin Komalla saat tampil sebagai salah satu penyanyi pembuka dalam acara BliBli Fun Festival 2017, yang digelar di Eco Park Ancol, Jakarta Utara, Minggu (9/4). Pada kesempatan itu, Andin tidak tampil sendiri. Melainkan bersama grup Deaf People Project yang beranggotakan para penyandang disabilitas, Surya Sahetapy (piano/keyboard), Marsya (biola), Fachry (drum). Mereka tampil bersama Andin dan Osvaldo Rio sebagai komposer dan synthesizer.



Deaf People Project by Andin merupakan bagian dari SYLBOX (Show You Love Box), forum yang dibuat oleh Andin dalam rangka mensosialisasikan kelas bahasa isyarat dengan mendirikan kelas bahasa isyarat serta membuat proyek musik disabilitas tuli. Pada 20 Januari 2016 --tepat pada hari peringatan Disabilitas Nasional-- Andin mempublikasikan ide akan forum SYLBOX kepada media sekaligus merilis single berujudul Show You Love (ciptaan Osvaldo Rio) sebagai lagu tema konsep tersebut.

Setahun kemudian, SYLBOX didirikan dengan harapan akan menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk dapat belajar Bahasa Isyarat, bersosialisasi, serta menikmati serunya pergaulan yang positif. "Rasanya seru dan deg-degan di waktu yang bersamaan. Katanya sih penonton pada terkagum-kagum kenapa bis amereka yang tuli dan tuna netra bisa memainkan alat music tanpa kesulitan," tutur Andin, melalui keterangan pers yang diterima GATRAnews.

Andin dan Deaf People Project tampil membawakan empat nomor lagu, Cintaku yang dipopulerkan Chrisye, Closer dari The Chainsmokers, Bukan Main Main remix ZeeMoo dan Osvaldo Rio dan Show You Love karya Andin dan Osvaldorio.

Menurut Andin bermain musik dengan teman-teman penyandang disabilitas tidak mengalami kesulitan berarti. Kesulitan hanya terjadi saat latihan. Itupun bisa diatasi lantaran mereka bermain dengan menggunakan not balok. Sehingga ada acuan bersama, not balok. Selain itu, mereka sudah cukup lama berteman, sehingga bisa saling memahami.

"Kesulitan muncul cuma pas di latihan. Soalnya teman yang tuli harus dikoordinasi di ketukan dan pitch karena mereka cuma membaca not balok. Cara membuat kompak sih natural saja. Kita kan saling berteman jadi bisa saling mengingatkan, toh kita terima perbedaan satu sama lain. Dan mereka juga asyik-asyik orangnya. Kita latihan hanya sebanyak enam kali pertemuan," ungkap Andin.

Agar penampilan bisa tetap kompak, Andin menunjuk seorang koordinator musik yaitu Osvaldorio dan ZeeMoo. Melalui penampilan perdana ini, Andin memiliki harapan yang besar agar masyarakat lebih aware terhadap penyandang tuli. Karena itu sudah menjadi tujuan Sylbox, organiasai yang didirikan oleh Andin dan Surya Sahetapy.

Melalui SYLBOX yang dipimpin oleh Andin dan Surya Sahetapy sebagai wadah yang berfokus pada penyebaran atau sosialisasi bahasa isyarat melalui sistem siber, dengan tujuan akan efisiensi viralitas, dan aktifitas-aktifitas offline seperti event yang diadakan di lapangan, maupun di kelas.

Nantinya, SYLBOX menjadi gerakan tuli yang trend di kalangan anak muda. Walaupun sesungguhnya SYLBOX memiliki dua target pasar yaitu generasi Y dan Millenium (14-25 tahun) sebagai target primer, dan generasi X (40-53 tahun) sebagai pasar sekunder. Setiap anggota akan di ajarkan bahasa isyarat dengan penyampaian yang berbeda, sesuai dengan umur dan gaya hidup atau status keseharian agar dapat dipahami secara efektif.



Editor: Edward Luhukay

Share this article