LSI-Denny JA: Ahok Kalah Karena Blunder ''Sembako''

Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA (GATRAnews/Ervan Bayu/AK9)

Jakarta, GATRAnews- Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, mengucapkan selamat kepada pasangan calon no urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang akhirnya berdasarkan hasil hitung cepat (Quick Count) LSI unggul.

Denny mengatakan, dari hasil data yang sudah masuk sekitar 89,86%, pasangan Anies-Sandi unggul dengan 55,70% dan pasangan Basuki-Syaiful 44,30%. Dari hasil data diatas kata Denny, maka bisa dipastikan warga DKI Jakarta akan mempunyai gubernur baru, karena selisihnya jauh.

"Saya ucapkan selamat, Jakarta punya gubernur baru," ujar Denny JA di antar LSI,  dibilangan Rawamangun Jakarta Timur,  Rabu (16/4).

Denny mencatat, ada dua faktor besar yang membuat suara pasangan Ahok-Djarot merosot pada Pilkada DKI putaran kedua ini.

Faktor pertama kata Denny, adalah tindakan masif berupa pembagian sembako secara besar-besaran yang dilakukan oleh pendukung pasangan calon no dua, dalam sepekan menjelang pencoblosan.

"Saya katakan penyebab pertama adalah blunder sembako. Pada hari keenam pendukung Ahok-Djarot sangat masif sekali membagi-bagi sembako dikampung-kampung. Media mengklaim itu dilakukan oleh tim paslon dua, " kata Denny JA.

Faktor kedua kata Denny adalah sosok Prabowo, yang dinilainya mampu memberikan  nilai tambah bagi pasangan Anies-Sandi dalam hal kebangsaan. Selama masa kampanye,  Denny melihat sosok Prabowo begitu kuat memberikan dukungan kebangsaan terhadap pasangan Anies - Sandi.

"Dimana Prabowo kuat sekali membawa isu kebangsaan, melalui berbagai tayangan video. Apalagi sampai ada ucapan bahwa Prabowo akan menjadi orang pertama yang menurunkan Anies-Sandi jika jadi pemimpin yang tidak setia kepada rakyat dan tidak menjaga keberagaman," ujarnya.

Meski sudah mengklaim akan hasil kemenangan lewat hasil quick count,  namun Denny JA meminta menunggu hasil hitungan resmi versi KPU.

"LSI sudah melakukan quick count 200 kali dan tidak satupun meleset. Tapi kita tetap tunggu hasil hitungan resmi KPU," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat

 

 

Last modified on 19/04/2017

Share this article

K2_AUTHOR