Polri Tak Persoalkan Rizieq Mau Minta Perlindungan PBB

Jakarta, GATRAnews - Polri tidak mempermasalahkan upaya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang akan meminta perlindungan kepada Komisi Hak Asasi Manusi (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas kasus dugaan chat mesumnya dengan Firza Husein.



"Saya pikir itu hak yang bersangkutan ya, saya kira kalau mau minta bantuan PBB, itu hak mereka, kita juga harus menghormati," kata Irjen Pol Setyo Wasisto, Kepala Divisi Humas Polri di Jakarta, Kamis (18/5).

Setyo menyampaikan keterangan di atas menanggapi pernyataan tim kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera, yang menyebut kliennya akan membawa kasus ini ke forum internasional. Kapitra menyebut kliennya sudah bertemu dengan komisioner Human Rights PBB dan ini akan ditindaklanjuti setelah Ramadhan.

Rizieq disebut telah menemui deputi komisioner lembaga internasional itu di Kuala Lumpur, Malaysia. Kemudian Rizieq akan bertolak ke Markas PBB di Jenewa, Swiss.

Sementara soal blue notice atau permintaan bantuan untuk mencari keberadaan seseorang dan aktivitasnya melalui Interpol, Setyo mengaku belum mendapatkan laporan lebih lanjut dari penyidik.

Karena itu, Setyo belum mengetahui apakah penyidik sudah menyampaikan permohoan tersebut kepada Interpol di Lyon, Prancis, atau belum. "Itu adalah kewenangan penyidik untuk minta bantuan Interpol pusat di Lyon, Prancis, tentunya melalui national central biro di Jakarta," katanya.


Reporter: Iwan Sutiawan

Last modified on 21/05/2017

Share this article

K2_AUTHOR