HTI Bakal Jadi Korban Pertama Perppu Ormas

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Imail Yusanto (kanan) bersama Ketua Eksekutif Nasional Komunitas Sarjana Hukum Chandra Purna Irawan (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi polemik bertema 'Cemas Perppu Ormas' di Jakarta, Sabtu (15/7). (Antara/Reno Esnir/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) meyakini bakal menjadi korban pertama Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Perppu menggantikan UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.


"Perppu ini bersifat general, tetapi kami merasa yang bakal pertama kali dibidik pemerintah," kata Ketua Umum HTI Ismail Yusanto dalam diskusi Cemas Perppu Ormas di Cikini, Sabtu (15/7).

HTI menegaskan menolak Perppu 2 Tahun 2017. Selain menghilangkan pasal tentang pengadilan, Perppu Ormas ini memangkas prosedur atau tata cara pembubaran sebuah organisasi.

HTI menyebut surat peringatan yang dikeluarkan pemerintah dipangkas dari tiga menjadi satu. Masa surat peringatan pun hanya satu pekan sejak diterbitkan.

"Kalau dengan Perppu ini, minggu depan (HTI) sudah bubar. Bayangkan dari tiga kali peringatan menjadi satu, itu pun waktunya cuma satu minggu sejak diterbitkan bukan diterima," pungkas Ismail.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Last modified on 15/07/2017

Share this article

Tagged under

K2_AUTHOR