Jokowi: Pengungsi Rohingya Tak Butuh Kecaman dan Pernyataan Keras!

Presiden Joko Widodo (ANTARA/Rosa Panggabean/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo menilai para warga Rohingya yang mengalami kekerasan di Myanmar tak butuh kecaman dan pernyataan keras dari politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama maupun masyarakat luas. Yang dibutuhkan saat ini menurut Presiden adalah aksi nyata dalam memberikan bantuan.

"Sebetulnya yang dibutuhkan, bukan kecaman-kecaman atau pernyataan-pernyataan yang keras tetapi tidak menyelesaikan masalah,” kata Presiden Jokowi kepada para ulama dari Jawa Tengah, yang datang menemuinya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/9).

Presiden bersyukur karena Indonesia diberikan ruang oleh Pemerintah Myanmar dan Pemerintah Bangladesh untuk masuk langsung ke lokasi yang ada. Jokowi memaparkan Indonesia juga telah membangun sekolah di Rakhine State. Dan awal Oktober ini, lanjut Presiden, pemerintah juga akan membangun rumah sakit terbesar di Provinsi Rakhine State.

"Insya Allah nanti minggu depan akan kita kirimkan lagi, minggu depannya akan kita kirimkan lagi. Karena memang kalau kita mendengar keadaan lapangan yang ada di sana memang sangat membutuhkan, terutama memang makanan, obat-obatan, kemudian makanan siap saji, tenda-tenda yang masih sangat kurang yang ada di lapangan,” lanjutnya.

Menurut Presiden Jokowi, pemerintah masih akanmengirimkan bantuan lagi ke kamp pengungsian dalam waktu dekat. “Kita antarkan langsung ke lokasi pengungsi, meskipun sebetulnya juga dari airport yang ada di sana menuju tempat pengungsian juga masih membutuhkan waktu di darat 6 jam lagi, 6-7 jam,” ucap Jokowi.


Reporter: Ervan Bayu
Editor: Nur Hidayat

Last modified on 13/09/2017

Share this article

Tagged under

K2_AUTHOR