Presiden Jokowi Kecam Pengakuan Trump Atas Yerussalem

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Antara/Puspa Perwitasari/AK9)

Bogor, Gatra.com - Indonesia mengecam dan mengutuk pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibukota negara Israel, yang diumumkan Kamis (7/11) pagi waktu Indonesia.

 

Presiden Joko Widodo mengatakan pengakuan tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB. "Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi DK dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya," kata Presiden di Istana Bogor, Kamis (7/12).

Indonesia bersama negara-negara OKI, menurut Jokowi, akan menggelar sidang darurat guna membahas pernyataan Trump tersebut. "Dalam beberapa hari ini Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI segera mengadakan sidang khsuus tentang masalah pengakuan sepihak ini," tegasnya.

 

Indonesia juga meminta PBB untuk segera bersidang dan menyikapi pengakuan sepihak Amerika atas Yerussalem. Pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerussalem sebagai ibukota Israel dan rencana untuk memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerussalem memantik kecaman keras dari berbagai negara.Arab Saudi yang merupakan salah satu aliansi AS di Timur Tengah juga mengutuk rencana tersebut dan menyebutnya, sebagai tindakan 'tanpa dasar' dan 'tidak bertanggungjawab'. 

 

Sebagaimana dikutip dari BBC, delapan negara dari 15 anggota dewan keamanan PBB telah meminta disegerakannya pertemuan khusus DK PBB tentang isu kota tiga agama ini.
 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Hendri Firzani

 

 

Last modified on 07/12/2017

Share this article

K2_AUTHOR