Wiranto Senang Uji Materi Presidential Threshold Ditolak MK

Sidang Mahkamah Konstitusi (Antara/Aprillio Akbar/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan terhadap Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengenai syarat pencalonan presiden atau presidential threshold yaitu sebesar 20 persen kursi di DPR atau 25 persen perolehan suara nasional.

 

"Saya menyambut baik dan merasa senang atas keputusan tersebut, (persyaratan) itu merupakan usulan dari pemerintah yang didukung oleh sebagian besar partai politik yang ada di DPR," ujar Wiranto di Jakarta, Kamis (11/1).

Menurutnya syarat itu secara tidak langsung merupakan seleksi bagi munculnya pemimpin yang berkualitas. "Keputusan tersebut secara tidak langsung merupakan seleksi bagi munculnya pemimpin yang berkualitas," lanjut Ketua Dewan Pembina Partai Hanura itu.

Wiranto menuturkan, putusan MK tersebut juga akan memperkuat sistem presidensial yang saat ini berlaku. Penetapan presidential threshold, menurut Wiranto, juga bertujuan agar Presiden terpilih mendapat dukungan signifikan di DPR.

"Sehingga dukungan itu akan memperkuat kinerja pemerintah," ucapnya. Uji materi di MK sendiri diajukan oleh Partai Idaman yang didirikan raja dangdut Rhoma Irama. 

 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Hendri Firzani

 

 

Last modified on 12/01/2018

Share this article

Tagged under

K2_AUTHOR