Harta Tersangka Setya Novanto Naik Jadi Rp 114 Milyar Gara-gara Korupsi E-KTP?

Ketua DPR Setya Novanto (GATRAnews/Jongki Handianto)

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPR RI, Setya Novanto, memiliki harta kekayaan sejumlah Rp 114.769.292.937 dan US$ 49.150 sebagaimana hasil penelusuran dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di laman acch.kpk.go.id, Senin (17/7).

Sesuai laporan di LHKPN, harta Setya Novanto itu tediri dari harta tidak bergerak hingga surat-surat berharga lainnya. Untuk harta tidak bergeraknya terdiri dari 23 tanah dan bangunan tersebar di wilayah Jakarta dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang totalnya senilai Rp 81.736.583.000. 

Sedangkan untuk harta tidak bergeraknya berupa kendaraan bermotor terdiri sepeda motor dan mobil yang totalnya mencapai Rp 2.353.000.000 serta logam mulia, batu mulia, dan benda bergerak lainnya senilai Rp 932.500.000. 

Selain itu, legislator dari Fraksi Partai Golkar juga memiliki surat-surat berharga senilai Rp 8.450.000.000, serta giro dan setara kas lainnya sejumlah Rp 21.297.209.837. 

Setya Novanto terakhir melaporkan harta kekayaannya pada tahun 2015 silam saat menjabat sebagai Ketua DPR RI. Jumlah harta kekayaan Novanto naik dari laporan terakhir pada Desember 2009, yakni Rp 79.789.729.051 dan US$17.781. 

KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP setelah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkaranya dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan tersangka.

Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Setya Novanto melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.


Reporter: Iwan Sutiawan

Editor: Nur Hidayat

Last modified on 17/07/2017

Share this article

K2_AUTHOR