KPK Tetapkan Mantan Pejabat ESDM Tersangka Korupsi

Juru Bicara KPKFebri Diansyah (GATRAnews/Adi Wijaya/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sri Utami, mantan anak buah Sekjen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karno, sebagai tersangka kasus korupsi sejumlah kegiatan fiktif di Kementerian ESDM.



"KPK menetapkan SU [Sri Utami], PNS di Kementerian ESDM sebagai tersangka, dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait sejumlah kegiatan fiktif di Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM tahun anggaran 2012," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Jumat (21/4).

Sri Utami selaku koordinator kegiatan pada satuan kerja Sekjen Kementerian ESDM bersama-sama Sekjen ESDM 2006-2013, Waryono Karno, diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi yang meerugikan keuangan negara.

Adapun sejumlah kegiatan fiktifnya, lanjut Febri, yakni sosialisasi kegiatan sektor ESDM mengenai BBM bersubsidi, kegiatan sepeda sehat dalam rangka sosialisai hemat energi tahun 2010, dan kegiatan perawatan kantor Setjen ESDM.

"Diduga mengatur pengadaan dan menerima komisi sehingga diduga kerugian keuangan negara sekitar Rp 11 milyar," kata Febri.



KPK menyangka tersangka Sri Utami melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jucnto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Penetapan Sri merupakan hasil pengembangan kasus mantan Menteri ESDM Jero Wacik dan mantan Sekjen ESDM Waryono Karno. Jero dihukum 8 tahun penjara, denda Rp 300 juta, dan uang pengganti Rp 5 milyar subsider 2 tahun kurungan.

"Sekjen Kementerian ESDM yaitu Waryono Karno putusan terakhir Pengadilan Tinggi 7 tahun, denda Rp 300 juta, dan uang pengganti Rp 150 juta subsider 3 bulan," katanya.


Reporter: Iwan Sutiawan

Share this article