Mahkamah Konstitusi (GATRA/Rifki/HR02) Jakarta, GATRAnews - Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa Untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) menggelar aksi damai di  Gedung
Wali Kota Batu Jawa Timur Eddy Rumpoko (ANTARA/Reno Esnir/HR02) Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali Kota (Wako) Batu, Eddy Rumpoko; Kepala Bagian Unit
Terdakwa Bertanggung Jawab Saat Pelajaran Renang Berlangsung (Foto: AP/Dok. GATRAnews) Jakarta, GATRAnews – Pengadilan Negeri Jakarta Barat kembali menggelar sidang kasus kematian Gabriella
Kejaksaan Agung (dok.GATRA/Dharma Wijayanto/yus4) Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) sedang menyelidiki pihak-pihak yang diduga memberikan gratifikasi
Juru bicara KPK Febri Diansyah (GATRAnews/Adi Wijaya/HR02) Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali memanggil Ketua DPR RI Setya Novanto untuk menjalani
Kejaksaan Agung (GATRA/Dharma Wijayanto/HR02) Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) menahan Agoeng Pramoedya, mantan pejabat KPP Madya Jakarta Pusat.
Jaksa Agung HM Prasetyo (Dok.GATRA/Dharma Wijayanto/HR02) Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung (JA) HM Prasetyo mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan Koordinator Presidium Nasional

Kuasa Hukum Antasari Nilai Pernyataan Polri Terlalu Dini

Antasari Azhar (GATRAnews/Adi Wijaya/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Boyamin Saiman, kuasa hukum mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menilai, pernyataan Bareskrim Polri terlalu dini, yang menyebutkan bahwa laporan dugaan kriminalisasi yang dilayangkan kliennya terkait perkara pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen kemungkinan tidak bisa ditingkatkan ke penyidikan.

"Kami agak menyesalkan karena saksi ahli yang kami sodorkan, yaitu Dr Agung Harsoyo dari ITB, belum diperiksa, namun sudah buru-buru belum ada dua alat bukti," kata Boyamin, di Jakarta, Jumat (19/5).

Karena itu, Boyamin meminta Bareskrim Mabes Polri segera untuk meminta keterangan Agung. "Sikap resmi kami adalah meminta Bareskrim untuk memeriksa Dr. Agung Harsoyo," katanya.

Selain belum meminta keterangan ahli yang diajukan, lanjut Boyamin, penyelidik Bareskrim Mabes Polri juga belum memeriksa pihak yang dilaporkan Antasari.

"Juga nampaknya terlapor sepengetahuan kami belum diperiksa, kok belum apa-apa sudah release tidak ada dua alat bukti?" ujarnya.

Meski demikian, tim kuasa hukum dan Antasari tetap menghormati Polri atas proses yang sedang dilakukan, apapun nanti hasilnya. "Yang penting pak Antasari sudah berani melapor dengan segala risikonya, tidak sekedar klaim dan teriak-teriak kriminalisasi," katanya.

Antasari menghormati proses hukum. "Hal ini dibuktikan statement Antasari bersedia masuk penjara bukan karena menjadi pelaku pembunuhan, namun adalah semata-mata menghormati putusan hakim, istilahnya walaupun salah harus dianggap benar," katanya.

Menurut Boyamin, ada koridor hukum yang bisa ditempuh jika merasa tidak puas dengan proses hukum dengan menempuh praperadilan ataupun gugatan pedata.

"Jika kurang puas ada lembaga penilai yaitu pengadilan menggunakan mekanisme praperadilan dan atau gugatan perdata perbuatan melawan hukum tidak menjalankan amanat undang-undang dan KUHAP," ujarnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Share this article