Mantan Preskom Gajah Tunggal Mangkir Pemeriksaan KPK

KPK (GATRAnews/Abdurachman/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Mantan Presiden Komisaris PT Gajah Tunggal Mulyati Gozali mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik akan memeriksa Mulyati sebagai saksi untuk tersangka Syafrudin Arsjad Temenggung. "Penyidik belum memperoleh konfirmasi terkait ketidakhadiran saksi," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK, di Jakarta, Jumat (19/5).

Penyidik KPK akan kembali memanggil Mulyati untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim.

"Soal kapannya [penyidik KPK memanggil ulang saksi Mulyati untuk tersangka Syafruddin], saya belum terima informasi," kata Febri.

Sedangkan saksi lainnya, Jusak Kazan, Deputi Bidang Sistem, Prosedur, dan Kepatuhan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), diperiksa terkait proses penerbitan keputusan KKSK pada bulan Februari 2004. "Didalami kewajiban obligor," ujar Febri.

Dalam kasus korupsi pada penerbitan SKL BLBI untuk BDNI milik Sjamsul Nursalim, KPK menetapkan mantan Kepala BPPN, Syafruddin Arsjad Temenggung, sebagai tersangka karena ada dua bukti permulaan yang cukup.

KPK menetapkan Syafruddin sebagai tersangka karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menggunakan jabatannya sehingga merugikan keuangan negara sekitar Rp 3,7 trilyun.

Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Syafruddin Arsyad Temenggung melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Share this article