Kejagung Evaluasi Persiapan Eksekusi Tepidana Mati

Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo (GATRA/Dharma Wijayanto/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai mengevaluasi berbagai hal untuk kembali melaksanakan eksekusi terpidana mati. Evaluasi dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad. "Pak Jampidum akan mulai mengevaluasi lagi. Berulangkali saya katakan, eksekusi mati itu tidak sederhana. Banyak hal yang harus dicermati, banyak hal yang harus diteliti kembali," kata Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo, di Jakarta, Jumat (19/5).

Kejagung akan meneliti dan mengevaluasi seluruh aspek terpidana mati yang akan dieksekusi untuk memastikan semuanya sesuai dengan perundang-undangan dan prosedur yang berlaku, karena ini menyangkut hak hukum seseorang.

"Ini berkaitan dengan masalah hak hukum seseorang. Berkaitan juga dengan hak hidup seseorang. Kalau orang melakukan kejahatan di luar batas toleransi yang cenderung mereka juga tidak menghormati hak asasi manusia orang lain, ya kenapa tidak? Itu pertama," ujarnya.

Eksekusi terhadap terpidana mati juga tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. "Jadi ajaran agama Islam pun mengatakan seperti itu. Itu yang kita dengarkan sebagai tambahan penguatan keyakinan kita," kata Prasetyo.

Selain itu, lanjut jaksa agung asal Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini, hukum Indonesia juga masih menerapkan hukuman mati, sehingga tidak ada alasan bagi jaksa eksekutor tidak menjalankannya.

"Hukum positif kita masih memberlakukan hukuman mati. Selama hukum positif masih diberlakukan dan ada putusan yang sudah inkracht, ya tentunya kewajiban jaksa untuk melakukan putusan itu. Untuk waktunya, kami tentukan dengan baik," katanya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Share this article