Mengintip 'Rumah Sekap' KPK di Depok; Kumuh, Suram, Penuh Berdebu

Rumah Sekap KPK di Depok, Jawa Barat (GATRAnews/Wem Fernandez/HR02)
Depok, GATRAnews - Panitia Khusus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus Angket KPK), Jumat, (11/8), petang tadi mendatangi "Rumah Sekap" di Jalan TPA, RT 003/RW03 Kelurahan Cipayung, Kota Depok.
 
Rumah tanpa nomor ini diduga menjadi tempat penyekapan Niko Panji Tirtayasa, salah satu saksi palsu dalam kasus yang ditangani KPK dan pernah dimintai keterangan oleh Pansus Angket. 
 
Hadir dalam kujungan, pimpinan Pansus Hak Angket KPK, Agun Gunanjar, Masinton Pasaribu dan Taufiqulhadi serta anggota Pansus, Arteria Dahlan dan Muhammad Misbakhun. 
 
Rombongan Pansus Hak angket tiba sekitar pukul 16.30 WIB. Pantauan GATRAnews, dari luar, rumah dengan luas sekitar seratus meter per segi tersebut terlihat seperti tempat tinggal pada umumnya.
 
Namun begitu pagar di buka, tampak nyata rumah tersebut tidak pernah dirawat; bekas genangan banjir terlihat jelas di tembok dengan cat warna orange dan putih tersebut. 
 
Rumah sekap memiliki lima ruangan; empat ruangan bisa difungsikan sebagai kamar tidur dan satunya lagi berfungsi sebagai gudang. Teras rumah diisi dengan beberapa meja dan tampak tidak terpakai. 
 
"Dulu lebih kumuh dari ini. Kalau hujan pasti tergenang. Masih ada bekas-bekas airnya," kata Niko Panji sembari menunjuk bekas air ditembok rumah. 
 
Hanya ada satu kamar yang dilengkapi jendela sebagai jalan keluar masuknya udara, sedangkan empat kamar lainnya bak sel tahanan; kumuh, suram dan penuh dengan debu. 
 
"Kalau dulu gudang ini tidak dipakai. Ada bau bangkai dari dalam," singkat Miko. 
 
Agun Gunanjar menyebutkan, jika diidentifikasi rumah ini tidak bisa disebut sebagai "safe house" sebagaimana yang di klaim oleh KPK. 
 
"Jauh sekali dari rumah aman. Bisa dilihat sendiri. Biasanya kalau safe house ada pelayannya, tertata dan rapih. Kalau ini kan enggak," tegas politisi Golkar ini. 
 
Hasil kunjungan ini nantinya dibahas dalam rapat Pansus Hak Angket KPK usai masa reses anggota dewan berakhir pada 16 Agustus 2017 mendatang. 
Reporter : Wem Fernandez 
editor: Dani Hamdani

Share this article