Juru bicara KPK Febri Diansyah (GATRAnews/Adi Wijaya/AK9) Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi akan memanggil ulang advokat Farhat Abbas karena mangkir dari pemeriksaan
Ketua KPK Agus Rahardjo (GATRAnews/Adi Wijaya/AK9) Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat berupaya meminta keterangan dari Direktur Biomorf Lone LLC, Johannes
Pengunjung memadati arena pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2017 (Antara/Zarqoni Maksum/yus4) Tangerang, GATRAnews - Gelaran pameran mobil Gaikindo Indonesia
Komisi Pemberantasan Korupsi (GATRAnews/Adi Wijaya/HR02) Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu hasil koordinasi dengan Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat
Penyidik KPK Novel Baswedan (ANTARA/Monalisa/HR02) Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani operasi atau bedah besar di bagian mata kirinya di
Kesepakatan Bersama Angkasa Pura I dan Kejaksaan Tinggi DI Yogyakarta dalam Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara’, di Yogyakarta, Senin (14/8). (Gatra/Arif Koes/AK9)
Andi Narogong (GATRAnews/Adi Wijaya/yus4) Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta akan menggelar sidang perdana kasus korupsi e-KTP pada Kementerian Dalam Negeri

Sekda Dumai dan Dirut Mawatindo Tersangka Korupsi Proyek Jalan

Juru bicara KPK Febri Diansyah (GATRAnews/Adi Wijaya/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, M Nasir, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis, Riau, tahun anggaran 2013-2015.



Juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat (11/8), menyampaikan, penyidik juga menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar, sebagai tersangka.

"KPK tetapkan dua tersangka, yakni MNS [M Nasir], Kadis PU Bengkalis tahun 2013-2015 selaku PPK [Pejabat Pembuat Komitmen) dan HOS [Hobby Siregar], Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction," kata Febri.

KPK meningkatkan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan setelah menemukan bukti permulaan yang cukup dan menetapkan M Nasir dan Hobby sebagai tersangka untuk dimintai pertanggungjawaban hukum.

"Kasus di Bengkalis, KPK meningkatkan penyelidikan dugaan korupsi di proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis, Riau tahun anggaran 2013-2015 ke penyidikan setelah ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup," ujar Febri.

Nasir dan Hobby diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi secara melawan hukum sehingga merugikan keuangan atau perekonomian negara sekitar Rp 80 milyar.

Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis, Riau, tahun anggaran 2013-2015 itu panjangnya mencapai 51 kilometer dengan leber 6 meter dengan nilai proyek sekitar Rp 495 milyar.

Atas perbuatan tersebut KPK menyangka M Nasir dan Hobby Siregar melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.


Reporter: Iwan Sutiawan

Share this article