Senin Lusa Jaksa KPK Dakwa Andi Narogong

Andi Narogong (GATRAnews/Adi Wijaya/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta akan menggelar sidang perdana kasus korupsi e-KTP pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang membelit pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Senin (14/8).



"Sidang untuk terdakwa Andi Agustinus direncanakan akan dilakukan pada 14 Agustus. Jadi, di tanggal 14 Agustus mulai dilakukan sidang perdana untuk pembacaan dakwaan," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK, Sabtu (12/8).

Dalam surat dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum terhadap dua terdakwa sebelumnya, yakni Irman dan Sugiharto, Andi merupakan pihak yang bersama-sama melakukan korupsi e-KTP.

Menurut jaksa, Andi termasuk yang melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP demi menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi sehingga merugikan keuangan negara Rp 2,3 trilyun dari proyek senilai Rp 5,9 trilyun.

Andi diduga mempunyai peran penting dalam kasus e-KTP mulai dari penganggaran hingga pengadaannya. Saat proses penganggaran, dia menggelar pertemuan dengan Irman dan Sugiharto, dan sejumlah politikus di DPR serta pejabat Kemdagri untuk membas anggaran proyek ini.

Sementara dalam proses pengadaan, Andi Narogong merupakan kordinator Tim Fatmawati sempat mengatur strategi agar konsorsium bentukannya memenangkan lelang proyek e-KTP, di antaranya dengan membentuk 3 konsorsium.

"Nanti bisa kita cermati bersama-sama awal proses persidangan ini agar penuntasan kasus KTP elektronik bisa segera dilakukan," kata Febri. 

KPK menyangka Andi melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 KUHP.


Reporter: Iwan Sutiawan

Share this article