PN Jakarta Barat Tidak Serius Sidangkan Kasus Kematian Gaby

Jakarta, GATRAnews –Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) kembali menunda kesekian kalinya sidang kasus tenggelamnya siswi sekolah Global Sevilla, Puri Indah, Jakbar, Gabriella Sherly Howard (Gaby). Sidang yang digelar Kamis (31/8) ini sedianya giliran pemeriksaan terdakwa Ronaldo Laturette.


Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Matauseja Erna Marlyn dengan hakim Anggota: Kukuh Subyakto dan Moch.Taufik Tatas, akhirnya menunda persidangan dengan alasan salah satu hakim anggota berhalangan hadir.

“Begitu pula pekan depan ditunda karena ada salah satu hakim anggota yang masih cuti. Maka sidang ditunda selama dua pekan. Sidang dimulai lagi Kamis, 14 September 2017 dengan pemeriksaan terdakwa,” ujar ketua majelis hakim Matauseja Erna Marlyn.

Penundaan sidang berkali-kali ini sangat disesalkan pihak keluarga korban, Asip dan Verayanty) yang setiap pekan persidangan selalu hadir. Tak jarang kedua orang tua Gaby terduduk di kursi tunggu pengadilan untuk menunggu perkembangan proses peradilan.

Asip mengaku secara fisik memang lelah, saat harus bolak balik menanyakan perkembangan kasus anaknya. Mulai dari tahap penyidikan di kepolisian, hingga masuk ke kejaksaan, lalu berkas dikembalikan lagi ke kepolisian, hingga akhirnya berkas dinyatakan lengkap dan disidangkan.

“Secara batin kami bahagia karena bisa tetap melakukan yang terbaik untuk Gaby, anak kami tercinta,” ungkap Asip yang didampingi istrinya di PN Jakbar.

Hampir sepekan ini peringatan dua tahun meninggalnya Gaby. Hampir dua tahun sudah Asip dan Verayanty mengawal kasus Gaby.

Sebelumnya penundaan sidang pada 2 Agustus 2017 lalu dengan alasan Hakim Ketua Matauseja Erna mengatakan, "Sampai saat ini JPU belum melapor dan masih belum hadir." Jadi sidang ditunda tanpa kehadiran JPU karena dinilai sudah kesorean.

Pada 9 Agustus sidang kembali ditunda oleh Hakim Ketua dengan alasan banyak kasus yang disidangkan hari itu. Dan kasus Gaby dianggap terlalu sore untuk disidangkan, sebab menurutnya agenda pemeriksaan terdakwa memerlukan waktu cukup lama.

Sidang ditunda menjadi keesokan hari pada 10 Agustus 2017, yang sedianya akan dilakukan pemeriksaan terdakwa. Namun dalam sidang ke-10 itu pihak orang tua Gaby meminta JPU menyampaikan permohonan ke hakim untuk memutar video rekaman kesaksian anak yang di BAP. Rekaman itu didapat oleh orang tua Gaby sepuluh hari setelah kejadian tenggelamnya Gaby.

Setelah Majelis Hakim mengizinkan video rekaman anak diputar, beliau memberi kesempatan sekali lagi kepada terdakwa untuk menghadirkan saksi yang meringankan.

Pengacara terdakwa diberi waktu dua pekan ke depan untuk dapat menghadirkan saksi yang meringankan terdakwa bila ada. Sidang dijadwalkan kembali pada Kamis, 24 Agustus 2017. Namun, sidang kembali ditunda pada Kamis (31/8).

Diketahui, Gabriella Sheryl Howard meninggal saat mengikuti pelajaran renang di Global Sevilla School Puri Indah pada 17 September 2015 lalu. Guru olahraga, Ronaldo Laturette, lalai dalam pengawasan karena Gaby tenggelam.


Editor: Arief Prasetyo

Share this article