Kejati DKI Teliti Berkas Ujaran Kebencian Jonru Ginting

Jonru Ginting (ANTARA/Reno Esnir/HR02)

Jakarta, gatra.com - Tim jaksa peneliti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta kembali meneliti berkas penyidikan kasus ujaran kebencian (hate speech) yang membelit tersangka Jon Riah Ukur Ginting atau Jonru Ginting.


Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi, kepada wartawan, Kamis (12/10), menyampaikan, pihaknya kembali memeriksa berkas penyidikan tersangka Jonru setelah menerimanya dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

"Jaksa akan meneliti kembali kelengkapan formal dan materiil berkas perkara hasil penyidikan sesuai petunjuk yang diberikan oleh jaksa peneliti," katanya.

Tim jaksa peneliti pada Kejati DKI Jakarta menerima pelimpahan berkas tersebut pada Rabu kemarin (11/10) dengan nomor surat R.5400/X/17/Datro tanggal 10 Oktober 2017 dari penyidik Polda Metro.

Jaksa akan meneliti kelengkapan berkas baik syarat formil maupun materiil yang sebelumnya diminta untuk dilengkapi oleh penyidik Polda Metro Jaya. Jika sudah lengkap, maka akan dinyatakan P21. Jika sebaliknya, jaksa akan mengembalikan lagi berkasnya untuk dilengkapi.

Jika berkas nantinya dinyatakan lengkap, Kejati DKI Jakarta meminta penyidik Polda Metro Jaya segera melimpahkan tersangka dan barang buktinya untuk dinaikkan perkaranya ke tahap penuntutan.

"Maka jaksa memberitahukan agar tersangka dan barang bukti segera diserahkan untuk dinaikkan ke tahap penuntutan," katanya. 

Polda Metro Jaya menetapkan Jonru sebagai tersangka ujaran kebencian (hate speech) atas ocehannya di media sosial (medsos) yang dilaporkan oleh Muannas Alaidid. Penyidik menahan Jonru setelah menetapkannya sebagai tersangka pada Jumat (29/9).

Polda Metro Jaya menyangka Jonru melanggar Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Selain itu, Polda Metro Jaya juga menjerat Jonru melanggar Pasal 4 huruf b angka 1 juncto Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi, Ras, dan Etnis serta disangka melanggar Pasal 156 KUHP. 


Reporter: Iwan Sutiawan

Share this article