Rohadi Serahkan Pajero Untuk Muluskan Proyek

Rohadi. (GATRA/Adi Wijaya/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Mantan Panitera Pengganti (PP) Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Rohadi, mengaku memberikan gratifikasi berupa mobil Mitsubishi Pajero Sport nomor polisi B 104 ANA kepada Bupati Indramayu, Anna Sophanah.

"Yang Pajero itu mengenai gratifikasi murni untuk Bupati Indramayu, Anna Sopanah," kata Rohadi usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang membelitnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (14/11).

Rohadi menyerahkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil Pajero Sport tersebut kepada Daniel Muttaqien, putra dari Bupati Anna Sopanah. STNK tersebut diserahkan di salah satu restoran di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Mengenai STNK-nya itu diterima oleh saudara Daniel Muttaqien di Rumah Makan Sate Senayan, Kebon Sirih," kata Rohadi.

Daniel merupakan putra kandung dari Anna dan mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin (Yance). Dia merupakan anggota DPR RI yang disodorkan Partai Golkar menjadi bakal calon wakil gubernur Jawa Barat (Jabar) untuk mendampingi Ridwan Kamil.

Sedangkan Yance yang sempat menjadi bupati Indramayu dua periode, divonis 4 tahun penjara karena terbukti bersalah dalam kasus korupsi pembebasan lahan seluas 82 hektar untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumur Adem, Indramayu.

Sedangkan Anna, sempat menjalani pemeriksaan KPK pada 20 September 2016. Penyidik melakukan pemeriksaan untuk mendalami dugaaan pemberian mobil dari Rohadi yang diduga merupakan gratifikasi terkait pendirian Rumah Sakit (RS) Reysa di Indramayu.

Menurut Rohadi, penyidik telah menyita mobil Pajero Sport yang diberikan kepada Anna dan meyakini KPK akan mengusut kasus dugaan penerimaan gratifikasi orang nomor satu di Indramayu tersebut. "Sudah disita (KPK). Percayakan sama KPK," ujarnya.

KPK menetapkan Rohadi sebagai tersangka dalam tiga kasus korupsi, yakni penenerima suap pengurusan perkara pedangdut Saipul Jamil. Perkaranya sudah diputus pengadilan dan Rohadi divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Kedua, sebagai tersangka penerimaan gratifikasi ketika menjabat sebagai Panitera Pengganti pada PN Jakut dan PN Bekasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Ketiga, tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) karena diduga menyamarkan hasil tindak pidana korupsi.

Untuk mengusut kasus TPPU tersebut, KPK telah menyita sejumlah aset milik tersangka Rohadi di antaranya mobil ambulans, mobil pribadi Mitshubisi Pajero Sport, mobil Toyota Yaris, dan uang Rp 700 juta yang ditemukan penyidik dari dalam mobil yang bersangkutan.

Kemudian, penyidik KPK juga menyita dua unit rumah di Perumahan Royal Residence Blok A6 Nomor 12 dan Blok D3 Nomor 8, Cakung, Jakarta Timur, satu unit Apartemen di Kelapa Gading, Jakarta Utara, rumah di Cikedung dan di kampung Lungadung, Indramayu serta RS Resya Permata.


Reporter : Iwan Sutiawan
Editor      : Cavin R. Manuputty

Share this article