Sidang Lanjutan Setnov, Pengacara: Ada Sosok Penting Lain Selain Setnov

Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto (kanan) bersiap untuk menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/1). (Antara/Sigid Kurniawan/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Sidang kasus korupsi  KTP-el dengan terdakwa Setya Novanto (Setnov) kembali dilanjutkan. Agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi yang dihadirkan dari pihak jaksa penuntut umum. Ada enam orang saksi yang dijadwalkan memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor, Bungur, Jakarta Pusat.

 

Dalam persidangan kali ini,  Setnov didampingi  Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan istri Setnov, Deisti Astriani Tagor. Namun, Idrus tak mau berkomentar tentang agenda sidang hari ini. "Ya kita lihat saja jalannya persidangan bagaimana," kata Idrus.

Sementara itu kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya mengatakan, pihaknya sangat yakin bahwa ada sosok penting lainnya selain Setnov  terkait kasus KTP-el. "Nanti dari fakta-fakta bisa kelihatan, dimana posisi pak Setnov. Jadi apa yang disebut dengan berpengaruh sebenarnya pada proses penganggaran. Siapa inisiator penganggaran, ini penting," tegas Firman.

"Ada kebijakan eksekutif, ada kebijakan legislasi, ini proses yang mesti dipotret secara besar. Kita lihat saja nanti," Firman menambahkan. Mengenai rencana pengajuan status Justice collaborator oleh Setnov, Firman menyatakan belum ada keputusan final akan hal tersebut.

Dalam pengajuan justice collaborator oleh Setnov , sambung Firman, akan berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Tak hanya itu, lanjutnya , Setnov dapat dijadikan bulan-bulanan pihak yang merasa tidak nyaman adanya peran justice collaborator tersebut.

"Hal yang kami minta itu, protection cooperating person itu penting dirumuskan secara jelas. Apa model perlindungan yang bisa diberikan kepada Pak Setnov kalau beliau jadi Justice Collabolator itu yang utama," pungkasnya.



Reporter: VRU

Editor: Hendri Firzani

Share this article