Seminar kesiapan Indonesia menghadapi teknologi 5G (GATRAnews/APP/AK9) Jakarta, Gatra News - Teknologi 5G yang rencananya akan diluncurkan tahun 2019 nanti, dirasa masih problematis untuk
Ilustrasi (Dok.GATRA/Abdul Malik/AK9) Jakarta, GATRAnews - Menyambut musim kompetisi sepakbola 2017/2018, Telkomsel menghadirkan paket VideoMAX SuperSoccer TV dengan memberikan akses ke konten
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara (Dok Kementerian Kominfo/AK9) Jakarta, GATRAnews - Setelah menerima CEO Telegram, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta, GATRAnews -  Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tanggal 14 Juli 2017 telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses
Rudiantara (Antara /Akbar Nugroho Gumay/yus4) Jakarta, GATRAnews - Indonesia masuk dalam daftar 10 negara yang kerap 'diusik' oleh serangan cyber (cyber attack). Serangan cyber kepada Indonesia
  Antisipasi serangan malware ransomware petya (GATRAnews/yus4) Jakarta, GATRAnews - Pemerintah meminta masyarakat tidak panik menanggapi serangan virus ransom Petya. Virus ini diketahui
Pakar Telematika Hermansyah (Dok GATRAnews, ist) Jakarta, GATRANews - Siapa pengunggah situs baladacintarizieq.com? Situs yang menghebohkan karena berisi chat mesum yang berujung pada penetapan

11 Aplikasi yang Ditutup Kominfo

Ilustrasi (GATRAnews/AK9)

Jakarta, GATRAnews -  Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tanggal 14 Juli 2017 telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram.


Siaran Pers KOMINFO No. 84/HM/KOMINFO/07/2017 ini meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram.


“Pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan itu bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia,” bunyi siaran pers Kominfo, Jumat (14/7).
Adapun ke-11 DNS yang diblokir:
1. t.me,
2. telegram.me,
3. telegram.org,
4. core.telegram.org,
5. desktop.telegram.org,
6. macos.telegram.org,
7. web.telegram.org,
8. venus.web.telegram.org,
9. pluto.web.telegram.org,

10. flora.web.telegram.org, dan
11. flora-1.web.telegram.org.


Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses melalui komputer).


“Saat ini kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)” papar Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan.


Lebih lanjut disampaikan bahwa aplikasi Telegram ini dapat membahayakan keamanan negara karena tidak menyediakan SOP dalam penanganan kasus terorisme.


Dirjen Aptika juga menegaskan, dalam menjalankan tugas sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 40 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kemkominfo selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga Negara dan aparat penegak hukum lainnya dalam menangani pemblokiran konten-konten yang melanggar peraturan perundangan-undangan Indonesia.


Editor: Arief Prasetyo

Share this article