Terungkap Misteri Es Hijau di Antartika

Es hijau di Laut Ross, Antartika (NASA Earth Observatory)Jakarta GATRAnews - Sebuah pemandangan yang luas di Antartica Granite Harbor - sebuah teluk di sekitar Laut Ross, es hijau mengambang di permukaan air. Dr Jan Lieser, seorang ilmuwan dari Australia's Antarctic Climate and Ecosystems Cooperative Research Center mengatakan bahwa dia pikir warna hijau disebabkan  fitoplankton di permukaan air yang telah berubah warna lautan es. Demikian Dailymail, 10 Maret 2017.


Mereka biasanya tumbuh subur di perairan sekitar Antartika pada musim semi dan musim panas di belahan bumi selatan, ketika tepi lautan es surut, dan ada lebih banyak sinar matahari. Fitoplankton - juga disebut mikroalga - adalah tumbuhan laut mikroskopik yang mengapung di permukaan laut di mana sinar matahari menembus air.

Mereka mirip dengan tanaman terestrial (darat), mengandung klorofil untuk bertahan dan berkembang. Meskipun berkembang pada musim semi, namun para peneliti telah memperhatikan bahwa mereka dapat tumbuh di musim gugur juga, ketika kondisi yang tepat.

Dr Lieser dan rekan-rekannya yang sebelumnya mengamati fitoplankton berkembang pada akhir 2012 di Prince Astrid Coast, Antartika Timur. Fitoplankton berkembang kembali pada musim gugur 2015, dan lagi pada 2017, di Terra Nova Bay di selatan Granite Harbor.

Apa itu Fitoplankton?

Fitoplankton - juga disebut mikroalga - adalah tumbuhan laut mikroskopik yang mengapung di bagian atas laut di mana sinar matahari menembus air. Mereka mirip dengan tanaman terestrial (darat), mengandung klorofil dan perlu sinar matahari untuk bertahan dan berkembang.

Fitoplankton menyediakan makanan bagi berbagai makhluk laut termasuk paus, udang, siput dan ubur ubur. Ketika terlalu banyak nutrisi yang tersedia, fitoplankton bisa tumbuh di luar kendali dan membentuk ganggang yang berbahaya (HABs).

Perkebangan liar ini dapat menghasilkan senyawa yang sangat beracun, yang memiliki efek berbahaya pada ikan, kerang, mamalia, burung, dan bahkan manusia.

Sumber: National Oceanic and Atmospheric Administration

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi apakah plankton tumbuh dalam jumlah yang cukup besar sehingga terlihat dari ruang angkasa karena faktor es, angin, sinar matahari, ketersediaan hara dan predator. Pada awal 2017, tidak ada banyak es berlabuh ke pantai, yang diduga untuk membantu pertumbuhan 'benih' fitoplankton. Angin lepas pantai dan kondisi sinar matahari disukai mirip dengan yeas (ragi) sebelumnya yang didukung untuk mekar.

Fitoplankton penting bagi ekologi Samudra Selatan, karena sebagai makanan zooplankton, ikan, paus dan spesies laut lainnya. Namun para peneliti masih bertanya-tanya mengapa mekar di musim gugur. "Apakah ini akhir musim "mekar" untuk menyediakan pembibitan untuk mekar di musim semi berikutnya?' kata Dr Lieser.

Para peneliti mempelajari lebih banyak fenomena ini pada April 2017, ketika ekspedisi lain dijadwalkan untuk mengunjungi daerah tersebut.


Editor: Rohmat Haryadi

Share this article