Presiden Minta BUMN Jangan Hanya Pikirkan Untung-Rugi

Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas di Kantor Kepresidenan (Setpres/Laily)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) dengan topik bahasan Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ratas ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden pada rapat kerja pemerintah dengan pimpinan BUMN pada bulan Oktober 2015 lalu.

 

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa BUMN harus didorong untuk mengambil peran sebagai lokomotif penggerak perekonomian nasional.

 

"BUMN jangan pikir untung rugi tapi berikan multiplier effect. Kita ingin BUMN tidak jago kandang, tapi berani serang negara-negara lain untuk kembangkan ekonomi nasional kita," ujar Jokowi, Senin (29/1) di Kantor Presiden, Jakarta.


Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa diperlukan peta jalan (roadmap) untuk menjadikan BUMN sebagai penggerak ekonomi nasional yang kuat dan lincah. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat sinergi BUMN.

 

"Kita ingin peta jalan yang jelas agar BUMN kita kuat dan lincah, berani bersaing di era persaingan yang kompetitif ,” ucap Jokowi.


Ia meminta agar peta jalan dalam bentuk holding atau virtual holding dan harus segera diputuskan. “Agar kekuatan BUMN dan kelincahan itu bisa segera dilakukan terutama MEA dan langkah strukturisasi, fokus bisnis,” ucapnya.


Jokowi menekankan bila diperlukan agar dilakukan resizing ekonomi dan peningkatan budaya kerja. “Agar BUMN kita punya daya saing yang kuat terhadap kompetisi global dan MEA,” ujarnya.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Share this article