Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy (AFP/yus4) Barcelona, GATRAnews - Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy  mengumumkan hari berkabung nasional selama tiga hari paskat serangan teror di
British Airways (William Edwards/AFP/yus4) Brussel, GATRANews - Ancaman mogok krew kabin British Airways (BA) mulai 1 Juli 2017 ditanggapi dengan eksekutif maskapai asal Inggris itu
Qatar Airways (AFP/Christophe Archambault/AK9) Brussel, GATRAnews - British Airways akan menggunakan pesawat serta awak Qatar Airways untuk menerbangkan seluruh penumpangnya ke berbagai tujuan
Jakarta, GATRAnews - Telah terjadi insiden di London Bridge, Borough Market dan Vauxhall. Hingga kini setidaknya 6 orang dilaporkan tewas dalam aksi teror tersebut. Kedutaan Besar RI (KBRI) di London
Salah satu jenazah terduga pelaku penusukan di depan lokasi kafe di Borough Market, London (GATRAnews/dok) Jakarta, GATRAnews - Setidaknya 6 orang dilaporkan tewas dalam 2 serangan teror
Pemutaran film Indonesia di Leiden (GATRAnews/Dok PPI Leiden) Jakarta, GATRAnews – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kedutaan Besar RI untuk Kerajaan Belanda (KBRI Belanda), dan
London, GATRANews - Kepolisian Inggris menyatakan pelaku serangan di dekat Gedung Parlemen di London, Rabu, (22/3/17) yang menewaskan empat orang, termasuk polisi dan seorang guru wanita,ternyata

Surabaya Punya Eksportir Bernama Pahlawan Ekonomi

Wali Kota Surabaya Risma [berdiri, kanan] sewaktu sesi tanya jawab (GATRAnews/Dok PPI Belanda)

Jakarta, GATRAnews - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan keberadaan sebuah kelompok usaha di Surabaya, yang dinamakan Pahlawan Ekonomi. Kini Pahlawan Ekonomi telah beranggotakan lebih dari 100 ribu orang, dan beberapa di antaranya mampu mengekspor produknya. Risma menyebutkan, anggota kelompok usaha ini sebagian besar merupakan ibu-ibu rumah tangga dengan tingkat pendidikan formal terakhir kisaran SD atau SMP.

“Ada yang dulunya TKW mau memperpanjang izin kerja, tapi saya tolak. Saya rayu supaya nggak balik ke luar negeri, kerja di sini saja,” kata Risma, belum lama ini, di Rotterdam, Belanda, sambil menunjuk foto salah seorang anggota Pahlawan Ekonomi di layar presentasi.

Risma mempresentasikan warga yang menjadi kebanggaannya itu dalam diskusi bertajuk "Kepemimpinan Berintegritas", yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda dan PPI Rotterdam, di Erasmus University Rotterdam.

Koordinator Bidang Kajian dan Gerakan PPI Belanda M. Hanif Nadhif, dalam pengantarnya mengatakan, kepemimpinan berintegritas dipilih karena tema ini dianggap sesuai dengan sosok Risma, yang mampu memberikan teladan bagi khalayak selama memimpin kota Surabaya.


Jangan lupakan manusianya

Dalam diskusi tersebut, Risma membahas peningkatan perekonomian di Kota Surabaya melalui pengembangan masyarakat. Saat awal terpilih sebagai wali kota, data BPS Jawa Timur menunjukkan, sekitar 12% masyarakat Kota Surabaya tergolong miskin. Angka ini kemudian turun hingga 1,2% setelah Risma memimpin Kota Pahlawan itu selama 6 tahun.

Strategi pemerintah kota Surabaya untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut diakuinya tidak mudah, dan telah dilakukan melalui berbagai macam aspek, di antaranya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pendirian kelompok-kelompok usaha, seperti Pahlawan Ekonomi, Youth Organization Development, start-up Surabaya, dan pelbagai strategi lainnya.

Upaya ini dianggap berkontribusi terhadap penurunan inflasi kota Surabaya, dari tingkat 4,39 pada 2012 menjadi diproyeksikan 3,22 pada 2016. Indeks Pembangunan Manusia di kota Surabaya pun meningkat dari 77,2 menjadi 79,47 selama lima tahun, sesuai data BPS Provinsi Jawa Timur.

Risma [kanan] dalam diskusi dengan PPI Belanda dan PPI Rotterdam di University Rotterdam Belanda (GATRAnews/Dok PPI Belanda)

Risma menekankan, dalam mengelola kota harus dilakukan secara keseluruhan dan dari berbagai macam aspek, terutama sumber daya manusia. “Tidak bisa kalau terlalu dibuat prioritas. Semisal fokus ke infrastruktur tapi manusianya dilupakan,” tutur Bu Risma. “Untuk apa membangun kota apabila dinikmati bukan oleh warganya? Jangan jadi penonton di kota sendiri. Kita harus menjadi tuan dan nyonya di kota kita,” imbuhnya.

Di samping kemajuan dari berbagai aspek, Risma mengakui masih ada beberapa bidang lain yang perlu dibenahi, salah satunya, transportasi publik. Di luar itu, tingkat kepuasan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pelayanan air, dan keamanan pejalan kaki di Surabaya, dinilai cukup baik.

Tingginya antusiasme peserta dalam berdiskusi dengan alumnus Erasmus University Rotterdam ini nampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Tak pelak, kepemimpinan Risma sering dikaitkan dengan penutupan lokalisasi pelacuran Gang Dolly.

Menanggapi pertanyaan yang diajukan salah satu peserta terkait hal ini, Risma menyampaikan, keinginan kuatnya untuk menutup lokalisasi tersebut didasari oleh ketakutan terhadap masa depan anak-anak. Ia bertekad memberi masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus kota Surabaya.

Di akhir diskusi, Risma berpesan kepada seluruh pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, “Tolong kembali untuk bangun Indonesia. Indonesia membutuhkan teman-teman semua di manapun itu.”

Lingkar inspirasi dibuka oleh Wakil Kepala Perwakilan KBRI untuk Kerajaan Belanda HA Ibnu Wiwaha Wahyutomo, yang mengharapkan kehadiran Risma bisa memberi banyak pelajaran mengenai kepemimpinan bagi para pelajar Indonesia. Hal senada disampaikan Gerry Julian, sebagai perwakilan PPI Belanda, dan Christian Hutabarat, ketua PPI Rotterdam.


Editor: Tian Arief

Share this article