Pelajar Lebanon Kenalan dengan Kentongan Banyumasan

Beirut, GATRAnews – Sejumlah atraksi seni Banyumasan menghibur para pelajar dan guru dari Tyre Community School, Beirut Lebanon. Kesenian yang ditampilkan tersebut antara lain Ebeg Banyumasan dari Banyumas, kostum Punakawan dari Purbalingga, dan musik Kentongan dari Cilacap.

Pentas seni itu ditampilkan oleh para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo-357 dan tergabung dalam Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII-I/UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Kepala Bagian Humas dan Komunikasi Publik Dinas Perhubungan dan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Purbalingga, Prayitno mengatakan berdasar keterangan yang diperolehnya dari Kepala Divisi Kebaharian KRI Bung Tomo-357, Lettu Laut (P) Rafael Bimantoro, berbagai pentas seni tersebut ditampilkan saat Satgas openship di Beirut, Lebanon, Sabtu (18/3).

“Atraksi seni itu ditampilkan dalam kegiatan Open Ship KRI Bung Tomo-357 di Beirut Lebanon. Kegiatan kali ini merupakan kali keempat dan dihadiri puluhan pelajar dan guru dari Tyre Community School serta didampingi delapan  orang staf KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Lebanon,” kata melalui Prayitno kepada GATRA, Minggu sore (19/3).

Antusiasme para pelajar terlihat ketika untuk pertama kalinya melihat kentongan khas Banyumasan yang terbuat dari bambu. Banyak dari pelajar kemudian mencoba kentongan khas Banyumasan yang memiliki suara khas tersebut. "Ini pertama kalinya bagi kami melihat alat musik yang terbuat dari bambu", kata salah seorang pelajar, Bisan sebagaimana dikutip Rafael.

Kepada Prayitno, Rafael mengatakan, peralatan kesenian khas Banyumasan memang sengaja didatangkan oleh Komandan KRI Bung Tomo-357 selaku Komandan Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII-I/UNIFIL yang merupakan putra asli Banyumas. Perlengkapan kesenian khas Banyumasan yang ditampilkan merupakan dukungan dan partisipasi Pemkab dan beberapa pihak

“Kegiatan itu ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Komandan KRI Bung Tomo-357 kepada perwakilan guru dari Tyre Community School, Mrs. Manal Al-Ghawi,” kata Rafael.

Rafael menambahkan, kegiatan openship ini merupakan bagian dari program sosialisasi dan diplomasi untuk mengenalkan tentang keberadaan kapal perang Indonesia yang berperan dalam mendukung perdamaian di Lebanon dibawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kegiatan ini sekaligus mengenalkan Indonesia baik dari keramahan orang  Indonesia, keanekaragaman suku budaya dan adat istiadat serta potensi wisata dan sumber daya yang luar biasa besarnya,” kata Rafael.

Selain pentas seni khas Banyumas, sejumlah atraksi seni dari daerah lain Indonesia juga dipertunjukkan, antara lain tari Saman khas Aceh dan Gemu Famire khas NTT yang dipadukan dengan kolaborasi musik tradisional Kentongan khas Banyumasan dan band modern.

Prayitno mengungkap, sebelum bertugas ke Lebanon, pasukan yang dipimpin Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo itu dibekali sejumlah souvenir dari Pemkab Purbalingga untuk mendukung pementasan seni disela-sela tugasnya menjaga perdamaian di Laut Mediterania. Souvenir itu antara lain berupa blangkon gaya Jawa Tengah, blangkon motif hitam Banyumasan, pakaian Punakawan Catur, bulu mata palsu, dan compacdisk profil wisata Purbalingga.

Selain itu, sejumlah buku seperti buku Purbalingga Tourism Amazing, vision of Purbalingga, sejarah Purbalingga, wisata kuliner Purbalingga, dan sejumlah buku profil lainnya. Secara kebetulan komandan pasukan itu adalah warga asli Banyumas dan bahkan beberapa anggota pasukan merupakan warga asli Purbalingga.

Sebelum menikmati pentas seni, para pelajar Lebanon disambut Komandan KRI Bung Tomo- 357 Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo. Lantas para siswa dan guru diajak menuju haluan KRI untuk melaksanakan foto bersama dilanjutkan dengan Ship Tour ke beberapa tempat. Mereka mengunjungi anjungan kapal, pusat informasi tempur, geladak senjata meriam 76 mm, geladak exocet, meriam 30 mm, senjata 12,7 mm dan ruang kontrol mesin, akomodasi personel serta beberapa tempat lainnya.

“Cinderamata dan souvenir yang diberikan kepada pasukan kami, mendapat perhatian yang luar biasa di Lebanon. Begitu pula dengan penampilan Punokawan, mereka menilai unik dan langsung meminta foto bersama,” pungkas Rafael.



 
Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid

Share this article