Tersiksa Nyeri Bahu? Ini Daftar Penyebabnya

Ilustrasi (GATRAnews/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Ada banyak aktifitas keseharian yang bisa memicu nyeri bahu.  Keluhan yang mengganggu ini kebanyakan hilang dengan sendirinya  dan reda dengan istirahat. Namun pada kondisi tertentu harus menjalani operasi terbuka.    Secara statistik,  penderita nyeri bahu berada diurutan ketiga setelah nyeri punggung dan nyeri lutut. Keluhan muncul karena sendi mengalami aus akibat gerakan yang berlebihan. Tidak seperti nyeri punggung atau lutut yang muncul karena beban berat. 

 

Itu pengalaman dr Iman Widya Aminata, Sp.OT, dokter spesialis orthopedi RS Pondok Indah. "Tidak selalu disertai peradangan atau bengkak. namun penderita merasakan sakit.  Gerakan tangannya juga terbatas. Misalnya, tidak bisa diangkat ke atas atau kebelakang," terangnya dalam small discussion group yang diselenggarakan RS Pondok Indah di Jakarta, (3/8).

Sendi bahu adalah sendi paling fleksibel diseluruh tubuh. Terdiri dari tulang, otot dan ligamen serta dilumasi pelumas.  Dan seluruh unsur penyusun itu bisa jadi penyebab nyeri bahu.  

Ada banyak penyebab nyeri paling umum yaitu peradangan tendon/bursa  hingga tendon/bursa robek.  Instabilitas sendi bahu, arthritis, penebalan kapsul sendi, patah tulang , tumor, nyeri yang berhubungan dengan syaraf. 

Dr Iman yang sejak tiga tahun terakhir fokus pada penanganan masalah di sendi bahu dan siku itu menjabarkan beberapa penyeb nyeri bahu.

Bursitis  terjadi saat bantalan yang mencegah friksi antar tulang mengalami aus karena gerakan yang berlebihan. Saat aus muncul radang dan nyeri.  Indikator bursitis , nyeri saat tangan diangkat keatas. 

Tendinitis jika tendon digunakan berlebihan bisa menyebabkan sobek bahkan putus sehingga sendi tidak bisa bergerak. Pada beberapa kasus, tendon yang sobek menyebabkan penumpukan Calcium. Calcium yang biasanya hanya menumpuk di tulang dan gigi itu saat menumpuk di tendon menyebabkan rasa sakit yang luarbiasa.  

Impingement terjadi bila tendon rotator cuff terjepit antara tulang  atap bahu dan tulang lengan atas. Biasanya faktornya adalah usia. Dengan bertambahnya usia, ruang antara tulang semakin menyempit sehingga ototnya tergesek.  "Biasanya terjadi pada guru yang biasa mengangkat tangan menulis dipapan tulis, atau pemain tennis juga bulutangkis," terangnya.  Jika dibiarkan dalam waktu lama bisa bursitis, tendisitis, rotator cuf tear. 

Instability bisasanya terjadi pada anak aktif. Instability terjadi jika sendi lepas dari tempatnya dan terjadi berulang atau bumper sendi rusak. Akibatnya sendi mudah lepas. "Ada kasus pasien saya dimana bersin saja bisa menyebabkan sendi bahunya lepas," tuturnya. 

 Arthritis terjadi pada manual diatas 60 tahun. Penyebabanya karena tulang rawan aus nyeri timbul secara perlahan dan semakin berat. 

Jika tiba-tiba tidak bisa menggerakkan tangan ke belakang seperti mengancingkan BH pada wanita atau mengambil dompet padar pria, bisa jadi menderita frozen shoulder: bisanya terjadi sekitar 50 tahun, tanpa ada trauma sebelumnya, terjadi secara perlahan-lahan. banyak terjadi pada wanita dengan komposisi 1:8.  "Biasanya bisa hilang sendiri dengan latihan tertentu,  hanya sebagian ekcil yang butuh intervensi. ototnya jadi getas, dan kaku. secara visual tidak ada luka, tidak benngkak, tapi malem susah tidur, karena digerakkan sedikit saja susah," terangnya.

Menurut dr Iman, kebanyakan keluhan hilang dengan sendirinya, atau dengan terapi dan latihan fisik tertentu. Tindakan operasi itu nomer kesekian. 


Editor: Rosyid

Share this article