Sambut Ramadhan, (X)S.M.L Rilis Koleksi Busana Bernuansa Spanyol (Dok. GATRAnews) Jakarta, GATRAnews - Perusahaan fesyen (X)S.M.L, merilis koleksi terbaru. Dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan
Dominique Nadine (Dok. GATRAnews) Jakarta, GATRAnews - Perancang busana Dominique Nadine telah dikenal dengan berbagai gaun pengantin yang memiliki konsep unik. Belum lama ini, Nadine
Jakarta GATRAnews - Anastassia Ontou, 67 tahun,  melahirkan bayi perempuan dengan berat 2,6 lbs atau 1,20 kg. Bayi itu lahir enam minggu lebih cepat melalui operasi caesar, 20 Desember lalu. Ontou
Gangguan Stres Pasca Trauma (Photos.com) Jakarta GATRANews - Sebuah studi baru tentang scan otak di Stanford University School of Medicine, Amerika, menunjukkan gangguan stress pasca trauma (PTSD)
Kanker Paru-paru (APKPure.com) Jakarta, GATRANews - Lisa Briggs mengalami sesak napas dan mengi selama kehamilannya pada 2014, para dokter yakin itu asma. Namun, wanita yang sekarang berusia 34
Agus PM Toh beraksi mendongeng, Jakarta 26 Oktober 2016 (DOk GATRAnews/AyoDI) Jakarta, GATRANews  – Pekan depan, 4-5 November, para 'Tukang Dongeng' dari mancanagara kembali bakal unjuk
Tindik Puting Suku Karankawa (Dok. GATRA) Jakarta, GATRANews - Tindik atau bahasa kerennya piercing menjadi trend seiring perkembangan zaman. Saking modernnya tindik tidak hanya di telinga, tetapi

Mengapa Anak-Anak Perlu Divaksin Anti Kanker Serviks

Jakarta, GATRAnews - Setiap 1000 wanita Indonesia satu diantaranya menderita kanker servik (leher rahim). Kanker serviks merupakan kanker nomer 2 terbanyak pada perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Ironisnya, sekitar 70 - 80 persen datang ke rumah sakit pada stadium lanjut dan sebagian besar meninggal dua tahun kemudian. Padahal kanker yang penyebab utamanya dalah infeksi HPV (Human Papiloma Virus) ini sudah ada vaksinnya sehingga sebenarnya kanker ini bisa dicegah hingga hampir 100 persen. 

 

“Pencegahan kanker serviks ada yang primer dan sekunder. Pencegahan primer dengan vaksin, dan sekunder dengan skrining,” ungkap Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K), Ketua HOGI di Jakarta, Selasa (11/4).

 

Cakupan skrining di Indonesia masih sangat rendah; dengan IVA (inspeksi asam visual asetat) 3,5%, dan pap smear 7,7%. “Karenanya kita perlu meloncat ke program vaksinasi. Kalau infeksi HPV bisa dicegah, kanker serviks bisa dicegah,” tegasnya.

 

waktu yang paling tepat untuk memberikan vaksin adalah usia 10 - 11 tahun. Sehingga anak sudah terlindungi sebelum aktif secara seksual. Pemberian vaksin ini dilakukan dua kali yaitu kelas 5  dilanjutkan di kelas 6. Dengan dua kali suntikan itu, anak sudah mendapat perlindungan dari serangan virus ini selama 15 tahun. 

 

Data di Swedia menunjukkan, bila vaksinasi diberikan di usia <17 tahun, efikasinya >75%. Dan, pada usia 9-13 tahun. Vaksin cukup diberikan dalam dua dosis (2x suntikan), sedangkan di usia 14-45 tahun diberikan dalam 3 dosis. "Pada wanita dewasa, harus dilakukan skreening dulu. Jika negatif baru diberikan vaksin," terangnya.

 

 

Selain kanker serviks, HPV juga bisa menyebabkan kanker lain, antara lain kanker mulut, nasofarink, vagina, penis dan anus. Vaksin HPV berasal dari cangkang virus, bukan virus yang dilemahkan, sehingga tidak mungkin menyebabkan viremia (infeksi virus). 

 

 

Di Jakarta, vaksin HPV sudah diberikan murid-murid SD kelas 5 dan kelas 6 sejak tahun lalu. Pemberian dilakukan serentak dalam kegiatan Bulan Imunisasi  Anak Sekolah.  Kemenkes RI juga berniat memperluas penyebaran vaksin ke k0ta-kota besar di Indonesia.


Editor: Rosyid 

Share this article