Mengapa Anak-Anak Perlu Divaksin Anti Kanker Serviks

Jakarta, GATRAnews - Setiap 1000 wanita Indonesia satu diantaranya menderita kanker servik (leher rahim). Kanker serviks merupakan kanker nomer 2 terbanyak pada perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Ironisnya, sekitar 70 - 80 persen datang ke rumah sakit pada stadium lanjut dan sebagian besar meninggal dua tahun kemudian. Padahal kanker yang penyebab utamanya dalah infeksi HPV (Human Papiloma Virus) ini sudah ada vaksinnya sehingga sebenarnya kanker ini bisa dicegah hingga hampir 100 persen. 

 

“Pencegahan kanker serviks ada yang primer dan sekunder. Pencegahan primer dengan vaksin, dan sekunder dengan skrining,” ungkap Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K), Ketua HOGI di Jakarta, Selasa (11/4).

 

Cakupan skrining di Indonesia masih sangat rendah; dengan IVA (inspeksi asam visual asetat) 3,5%, dan pap smear 7,7%. “Karenanya kita perlu meloncat ke program vaksinasi. Kalau infeksi HPV bisa dicegah, kanker serviks bisa dicegah,” tegasnya.

 

waktu yang paling tepat untuk memberikan vaksin adalah usia 10 - 11 tahun. Sehingga anak sudah terlindungi sebelum aktif secara seksual. Pemberian vaksin ini dilakukan dua kali yaitu kelas 5  dilanjutkan di kelas 6. Dengan dua kali suntikan itu, anak sudah mendapat perlindungan dari serangan virus ini selama 15 tahun. 

 

Data di Swedia menunjukkan, bila vaksinasi diberikan di usia <17 tahun, efikasinya >75%. Dan, pada usia 9-13 tahun. Vaksin cukup diberikan dalam dua dosis (2x suntikan), sedangkan di usia 14-45 tahun diberikan dalam 3 dosis. "Pada wanita dewasa, harus dilakukan skreening dulu. Jika negatif baru diberikan vaksin," terangnya.

 

 

Selain kanker serviks, HPV juga bisa menyebabkan kanker lain, antara lain kanker mulut, nasofarink, vagina, penis dan anus. Vaksin HPV berasal dari cangkang virus, bukan virus yang dilemahkan, sehingga tidak mungkin menyebabkan viremia (infeksi virus). 

 

 

Di Jakarta, vaksin HPV sudah diberikan murid-murid SD kelas 5 dan kelas 6 sejak tahun lalu. Pemberian dilakukan serentak dalam kegiatan Bulan Imunisasi  Anak Sekolah.  Kemenkes RI juga berniat memperluas penyebaran vaksin ke k0ta-kota besar di Indonesia.


Editor: Rosyid 

Share this article