Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise (dok. Gatra/Dharma W./yus4) Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sedang
Sambut Ramadhan, (X)S.M.L Rilis Koleksi Busana Bernuansa Spanyol (Dok. GATRAnews) Jakarta, GATRAnews - Perusahaan fesyen (X)S.M.L, merilis koleksi terbaru. Dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan
Dominique Nadine (Dok. GATRAnews) Jakarta, GATRAnews - Perancang busana Dominique Nadine telah dikenal dengan berbagai gaun pengantin yang memiliki konsep unik. Belum lama ini, Nadine
Jakarta GATRAnews - Anastassia Ontou, 67 tahun,  melahirkan bayi perempuan dengan berat 2,6 lbs atau 1,20 kg. Bayi itu lahir enam minggu lebih cepat melalui operasi caesar, 20 Desember lalu. Ontou
Gangguan Stres Pasca Trauma (Photos.com) Jakarta GATRANews - Sebuah studi baru tentang scan otak di Stanford University School of Medicine, Amerika, menunjukkan gangguan stress pasca trauma (PTSD)
Kanker Paru-paru (APKPure.com) Jakarta, GATRANews - Lisa Briggs mengalami sesak napas dan mengi selama kehamilannya pada 2014, para dokter yakin itu asma. Namun, wanita yang sekarang berusia 34
Agus PM Toh beraksi mendongeng, Jakarta 26 Oktober 2016 (DOk GATRAnews/AyoDI) Jakarta, GATRANews  – Pekan depan, 4-5 November, para 'Tukang Dongeng' dari mancanagara kembali bakal unjuk

Dr Toto Soeparmono: Tidak Ada Yang Namanya Tes Keperawanan 

Dr. Toto Imam Soeparmono, SPoG, K. Onk (Antara/Sella Panduarsa Gareta/AK9)

Jakarta, GATRANews - Tes keperawanan hangat dibicarakan setelah seorang hakim spesialis perceraian mengusulkan uji keperawanan itu untuk menekan tingkat perceraian. Tapi apa betul ada yang namanya tes keperawanan? Menurut dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta, dr. Toto Imam Soeparmono, SPoG, K. Onk. sebutan tes Keperawanan itu salah kaprah di masyarakat.

 
"Mana ada tes keperawanan?! Yang benar adalah memeriksa apakah benar dia perempuan atau bukan, dilihat dari tanda-tanda genetiknya," kata Toto seperti dilaporkan Antara News, Senin (11/9/17).
 
Dokter yang juga anggota TNI Angkatan Darat ini memaparkan, memeriksa kondisi selaput perawan hanya bagian dari pemeriksaan kesehataan tentang tanda-tanda kewanitaan pada diri seorang perempuan.
 
Dalam pemeriksaan tanda-tanda kewanitaan, lanjut Toto, dokter atau ahli akan mendeskripsikan hasilnya, di antaranya, keberadaan rahim, keberadaan alat kelamin keluar, termasuk selaput perawan.
 
"Secara umum, sebetulnya tesnya itu adalah tes menentukan apakah dia wanita atau bukan. Itu yang benar. Bahwa nanti di dalam deskripsi laporannya disebut tentang kondisi selaput perawannya, itu masuk dalam deskripsi lengkap," ungkap Toto.
 
Menurut Toto, dokter atau ahli akan mendeskripsikan hasil pemeriksaan terhadap tanda-tanda kewanitaan tersebut kepada pasien secara terperinci.
 
"Jadi bukan melulu melihat selaput perawan, itu hanya bagian dari tes keseluruhan tersebut," tegasnya.
 
Toto menambahkan, pemeriksaan tanda-tanda kewanitaan tersebut kerap dilakukan, mengingat adanya sebuah penyakit kelainan genetik, di mana secara fenotip atau tampak luar, seseorang dinyatakan perempuan, namun secara genetik, ia memiliki alat reproduksi laki-laki.
 
"Jadi bukan karena operasi plastik. Memang itu kelainan genetik. Tampaknya perempuan, tapi dia tidak memiliki kandungan. Nah, ini kan diketahui melalui tes tadi," ujar Toto.
 
Tes tersebut, lanjut Toto, lumrah dilakukan oleh calon prajurit perempuan yang ingin menjadi tentara, di mana satuannya perlu memastikan bahwa ia adalah benar-benar seorang perempuan.
 
Selain itu, tes tersebut juga biasa dilakukan oleh para calon istri tentara yang ingin menikah, di mana mereka akan direkomendasikan untuk melakukan serangkaian tes kesehatan.
 
"Jadi calon istri tentara itu memang harus bertemu komandan dulu, kemudian komandan merekomendasikan tes kesehatan. Nah, hasil tesnya, akan disampaikan ke anggota tentara maulun calon istrinya," papar Toto.
 

Editor: Dani Hamdani  

Share this article