Vitamin D Mencegah Ibu Hamil Melahirkan Anak Autis

Wanita hamil berjemur (Shutterstock)Jakarta GATRAnews - Pemberian suplemen vitamin D untuk tikus selama kehamilan mencegah sifat autisme pada anak-anak mereka. Demikian hasil penelitian dari Universitas Queensland, Australia, sebagaimana dilansir Sciencedaily, 17 Maret 2017. Penemuan ini memberikan bukti lebih lanjut dari drama peran vitamin D yang penting dalam perkembangan otak. Demikian ungkap pemimpin peneliti, Profesor Darryl Eyles, dari UQ Queensland Brain Institute.


"Studi kami menggunakan model perkembangan autisme yang mempengaruhi tikus," kata Profesor Eyles. "Kami menemukan bahwa wanita hamil diberi asupan vitamin D aktif pada trimester pertama kehamilan, menghasilkan keturunan yang tidak berkembang defisit (autisme) ini," katanya.

Dalam penelitian manusia, peneliti QBI baru-baru ini menemukan hubungan antara wanita hamil dengan kadar vitamin D rendah, dan meningkatnya kemungkinan memiliki anak dengan ciri-ciri autis. Autisme - atau spektrum gangguan autisme- menjelaskan cacat perkembangan seumur hidup termasuk kesulitan atau ketidakmampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain dan berinteraksi sosial.

Paparan sinar matahari adalah sumber utama vitamin D - yang memproduksi sel-sel kulit dalam menanggapi sinar UV - tetapi juga ditemukan dalam beberapa makanan. Dr Wei Luan, seorang peneliti postdoctoral terlibat dalam penelitian ini, mengatakan vitamin D sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang, tetapi bentuk hormonal aktif vitamin D tidak dapat diberikan kepada wanita hamil karena dapat mempengaruhi kerangka janin yang sedang berkembang.

"Terbaru sekarang akan memungkinkan kita untuk menentukan berapa banyak cholecalciferol - bentuk suplemen yang aman untuk ibu hamil - diperlukan untuk mencapai tingkat yang sama aktif vitamin D hormonal dalam aliran darah," kata Dr Luan.

"Informasi baru ini akan memungkinkan kami untuk menyelidiki lebih lanjut dosis ideal dan waktu suplementasi vitamin D untuk wanita hamil. Sebelumnya diduga vitamin D memiliki efek anti-inflamasi pelindung selama perkembangan otak, namun penelitian ini tidak menemukan ini menjadi kasus. Peneliti terus mempelajari bagaimana vitamin D untuk melindungi terhadap autisme.


Editor: Rohmat Haryadi

Share this article