Ini Alasan Mengapa Brokoli Baik untuk Kesehatan Anda

Brokoli (barmac.com.au)

Oregon GATRAnews - Para peneliti menemukan bahwa sulforaphane, senyawa makanan pada brokoli yang dikenal untuk membantu mencegah kanker prostat, dapat bekerja untuk mempengaruhi panjang RNA non-genetik. Ini adalah langkah maju yang menarik dari studi genetika yang mendasari perkembangan kanker. Penemuan peneliti Oregon State University (OSU), Amerika ini, dipublikasikan dalam Journal of Nutritional Biochemistry, Maret ini.


RNA non-genetik tidak berperan sebagai pembawa keterangan genetik sehingga RNA jenis ini hanya dimiliki oleh makhluk hidup yang juga memiliki DNA. Penelitian ini memberikan bukti bagaimana lncRNAs, yang pernah dianggap "sampah DNA" tidak ada nilai atau fungsi tertentu, bukan tidak mungkin memainkan peran penting dalam memicu sel untuk menjadi ganas dan menyebar.

Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa lncRNAs, yang jumlahnya ribuan, memiliki peran besar dalam pengembangan biologi sel, "tombol" pengendali gen apa yang mesti diaktifkan, atau "menyatakan" untuk melaksanakan fungsi genetik mereka. Para ilmuwan sekarang percaya bahwa ketika lncRNAs disregulasi, mereka dapat berkontribusi untuk beberapa proses penyakit, termasuk kanker.

Tidak seperti banyak obat kemoterapi yang menghajar sel-sel sehat maupun kanker, dan dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, kontrol terhadap  lncRNAs mungkin menawarkan cara baru untuk secara khusus mencegah atau memperlambat perkembangan sel-sel kanker.

"Ini bisa menjadi titik balik pemahaman kita tentang bagaimana kanker dapat dipicu dan menyebar," kata Emily Ho, direktur Moore Family Center for Whole Grain Foods, Nutrition and Preventive Health di OSU, seorang profesor Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Manusia, serta peneliti utama Linus Pauling Institute.

"Ini jelas menarik bahwa senyawa diet ini, ditemukan di beberapa tingkat tertinggi dalam brokoli, dapat mempengaruhi lncRNAs. Ini bisa membuka pintu untuk berbagai macam strategi baru diet, makanan atau obat-obatan yang mungkin memainkan peran dalam penindasan kanker atau kontrol terapi," katanya.

Secara khusus, penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu lncRNA, disebut LINC01116, diregulasi dalam garis sel manusia dari kanker prostat, tetapi dapat dikurangi dengan pengobatan dengan sulforaphane. Data "memperkuat gagasan bahwa lncRNAs adalah sebuah jalan baru yang menarik untuk penelitian kemoprevensi, dan bahan kimia yang berasal dari diet dapat mengubah ekspresi mereka," tulis para ilmuwan dalam studi mereka.

"Kami menunjukkan bahwa pengobatan dengan sulforaphane bisa menormalkan kadar lncRNA ini," kata Laura Beaver, rekan penelitian di Linus Pauling Institute dan Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Manusia. "Ini mungkin berhubungan dengan lebih dari sekedar pencegahan kanker. Ini akan menjadi nilai yang signifikan jika kita bisa mengembangkan metode untuk lebih memperlambat kemajuan kanker, membantu menjaga dari menjadi invasif," katanya.

Dalam penelitian ini, mereka mengidentifikasi penurunan empat kali lipat dalam kemampuan sel kanker prostat membentuk koloni ketika LINC01116 terganggu. Di antara pria, kanker prostat adalah kanker paling sering kedua secara global, dan penyebab utama kedua kematian terkait kanker di Amerika. Perlu dicatat, para peneliti mengatakan, adalah bahwa peningkatan konsumsi sayuran seperti brokoli, yang tinggi sulforaphane, tampaknya terkait dengan risiko lebih rendah terkena kanker prostat.

Mereka mencatat bahwa lncRNA yang sama, juga diekspresikan dalam penelitian beberapa jenis kanker lainnya, termasuk otak, paru-paru, dan kanker usus besar. Beberapa lncRNAs lainnya telah ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi pada payudara, perut, paru-paru, kanker prostat, dan leukemia limfositik kronis.

Dalam penelitian lain, KO dari gen yang mengkodekan satu jenis lncRNA pada tikus yang diberikan beberapa perlawanan terhadap obesitas disebabkan oleh diet tinggi lemak. "Penemuan ini menggambarkan bahwa lncRNAs dapat memainkan peran penting dalam perkembangan kanker dan mungkin target berguna untuk pencegahan, deteksi dan pengobatan kanker," katanya.


Editor: Rohmat Haryadi

Share this article