Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin (GATRA/Eva Agriana Ali/AK9) Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin, mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Wali Kota Tangerang
Ilustrasi (Antara/Yusuf Nugroho/AK9) Yogyakarta,GATRAnews - RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, hanya mampu menyembuhkan 300 pasien katarak setiap tahun. Mahalnya biaya
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta GATRAnews -- Penelitian Northwestern University baru-baru ini menggarisbawahi bagaimana kondisi lingkungan di awal perkembangan dapat menyebabkan peradangan pada
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta GATRAnews - Kecerdasan (IQ) yang lebih tinggi saat kanak-kanak berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah terhadap penyebab utama kematian. Termasuk
Jakarta GATRAnews - Komputer yang mampu meramalkan masa hidup pasien hanya dengan melihat gambar organ tubuh, selangkah lebih dekat untuk menjadi kenyataan. Semua itu berkat penelitian di University
Jakarta GATRAnews - Menggunakan bukti yang ditemukan pada gigi bayi, periset dari The Senator Frank R. Lautenberg Environmental Health Sciences Laboratory and The Seaver Autism Center for Research
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Dok.GATRA/re1) Bandung, GATRAnews - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang

WHO: 2 Milyar Orang di Dunia Konsumsi Air Terkontaminasi Tinja

Jenewa, GATRAnews - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB, Kamis (13/4), melaporkan, dua milyar orang di seluruh dunia mengonsumsi air bersih yang terkontaminasi tinja, sehingga diperlukan perbaikan infrastruktur air bersih secara besar-besaran. Dilaporkan, ratusan ribu nyawa melayang setiap tahun, akibat mengonsumsi air terkontaminasi tersebut. Perlu investasi besar-besaran, guna membantu menyediakan akses air minum yang aman.

"Kini, hampir dua milyar orang menggunakan sumber air minum terkontaminasi tinja, sehingga mereka berisiko terjangkit kolera, disentri, tifus dan polio," ujar Maria Neira, kepala departemen kesehatan masyarakat WHO kepada AFP, yang dikutip Antara.

Air minum terkontaminasi tersebut, diperkirakan menyebabkan lebih dari 500 ribu orang meninggal dunia akibat diare setiap tahun, dan merupakan faktor utama pemicu sejumlah penyakit tropis yang biasanya terabaikan, seperti cacingan, schistosomiasis, dan trakoma.

Pada 2015, Majelis Umum PBB menetapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serangkaian target aspiratis untuk memberantas kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan manusia, termasuk upaya untuk menjamin akses sanitasi dan air minum yang aman dan terjangkau hingga 2030.

Namun menurut laporan yang diterbitkan oleh WHO atas nama UN-Water, negara-negara di dunia akan gagal mencapai target jika mereka tidak meningkatkan investasi secara drastis.


Editor: Tian Arief

Share this article