Asmiha Ke-26, Ajang Berkumpul Para Profesional Kesehatan Kardiovaskular

Jakarta, GATRAnews - Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) kembali menggelar acara tahunan bertajuk Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (Asmiha). Tahun ini, Asmiha 2017 dihelat pada tanggal 20 sampai 23 April di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta.

Bertema Pendekatan Multidisipliner untuk Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Semua Tingkatan Layanan Kesehatan, acara yang sudah dihelat ke-26 kali ini membahas tentang berbagai tantangan yang dihadapi para profesional di bidang kardiovaskular di era perkembangan teknologi.

Ketua Umum Perki, Ismoyo Sunu mengatakan, Perki berkomitmen untuk mengatasi secara optimal masalah penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia.

"Pelayanan kardiovaskular di Indonesia saat ini menghadapi tantangan dalam era universal. Dokter dituntut bekerja dalam sistem dan berkolaborasi bersama pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan, dan menekan biaya kesehatan masyarakat," ujar Ismoyo, Jumat (21/4) saat konferensi pers di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta Selatan.

Kemudahan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), lewat program BPJS Kesehatan, kata dia, berperan penting untuk menjangkau masyarakat. Selama ini masyarakat Indonesia masih minim pengetahuan mengenai penyakit kardiovaskular.

"Kardiovaskular menjadi satu di antara penyakit pembunuh. Banyak jenis dari kardiovaskular, mulai yang ringan, sampai gagal jantung lanjut, dan sebagainya. Fakta ini membuat Perki harus memperbaharui ilmu pengetahuan yang akan diterapkan oleh para dokter di Indonesia," jelasnya.

Ketua Pelaksana Asmiha 2017, Iwan Dakota mengatakan gelaran ini juga berfokus pada pendekatan multidisipliner untuk semua tingkatan layanan kesehatan. Tak hanya layanan primer, layanan sekunder, sampai tingkatan terbawah pun harus memahami kardiovaskular.  

"Maka dari itu, kami mengundang pembicara yang bukan dari kalangan ahli kardiovskular saja. Karena, sampai saat ini, jantung dan pembuluh darah tercata sebagai penyakit mematikan ke tiga terbanyak di dunia. Penyakiy kardiovaskular juga menimbulkan kerusakan di organ lainnya," ungkap Iwan.

Asmiha ke-26 ini dihadiri oleh sekitar 1.800 profesional kesehatan. Acara ini juga menampilkan berbagai pencapaian di bidang kardiovaskular, seperti bidang pencegahan, juga kemajuan teknologi kesehatan dan penelitian.

"Banyak materi yang dibahas, seperti acute csrdiac practice, gagal jantung, prevensi kardiovaskular, hipertensi, sindrom kardio-metabolik, bedah dan masih banyak lagi. Kami berharap Ashima dapat merangsang ide-ide penelitian bagi para profesional kesehatan," tandasnya.


Reporter: Rizaldi Abror

Editor: Nur Hidayat 

 

Share this article