Dianggap Mahal, Bantul Hanya Mampu Tangani 300 Pasien Katarak

Ilustrasi (Antara/Yusuf Nugroho/AK9)

Yogyakarta,GATRAnews - RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, hanya mampu menyembuhkan 300 pasien katarak setiap tahun. Mahalnya biaya operasi menjadi kendala penderita katarak untuk berobat.

Direktur RSUD Panembahan Senopati Gandung Bambang Hermanto menuturkan angka penanganan penderita katarak itu masih jauh dibandingkan jumlah penderita katarak di Bantul yang diperkirakan mencapai 900-an.

“Angka ini kami dapatkan dari rumus tiap satu juta penduduk di suatu wilayah dipastikan ada 1.000 penderita. Jumlah penduduk Bantul saat ini berkisar pada angka 950.000 jiwa,” jelas Gandung di sela pelaksanaan operasi katarak gratis di RSUD Panembangan, Minggu (6/8).

Gandung menambahkan, kendala tidak maksimalnya penanganan katarak di Bantul karena mahalnya biaya operasi yang mencapai Rp11 juta. Apalagi, sebagai besar penderita yang didominasi lanjut usia tidak memiliki kartu jaminan kesehatan seperti BPJS, Jamkesda, dan Jamkesmas.

“Dengan peralatan memadai yang kami miliki, kami yakin mampu menangani lebih banyak. Terlebih lagi dengan adanya operasi katarak gratis penderita miskin, kami yakin akan semakin banyak,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Satuan Pemberantasan Buta Katarak DI Yogyakarta Suhardjo mengatakan setiap tahun terdapat kurang lebih 3.600 penderita katarak di DI Yogyakarta.

“Dari laporan, penderita kebanyakan dari kalangan lanjut usia kisaran 60 tahun ke atas. Meskipun demikian, dalam beberapa kasus penderita katarak berusia 30-an yang disebabkan penyakit gula dan hipertasi,” kata Suhardjo.

Di DI Yogyakarta, penderita katarak didominasi kalangan petani yang terpapar langsung matahari tanpa pelindung topi atau caping.

Suhardjo meminta kepada semua pihak untuk membantu pemberantasan buta katarak karena banyak penderita yang tidak mampu. Pelaksanaan operasi gratis bagi penderita katarak hanya dilakukan dua kali dalam setahun.

“Secara keseluruhan, 13 rumah sakit di DI Yogyakarta sepenuhnya siap menjadi rujukan penyembuhan katarak,” ujarnya.




Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Rosyid

Share this article