Listerine Memperkenalkan Tiga Varian Produk Baru

Sri Hastuti Kumaladewi, Head of Proffesional Marketing Listerine J&J (Gatra/Aries Kelana/AK9)

Jakarta, GATRANews -- Untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi masyarakat Indonesia, PT Johnson & Johnson Indonesia (J&J) terus berinovasi. Salah satunya memproduksi obat kumur (mouthwash) terbaru. Yaitu: Listerine Zero, Listerine Green Tea, dan Listerine Multi-Protect Zero. Ketiga varian tadi diperkenalkan kepada wartawan di kantornya, K-Link Tower, Jl Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan hari ini (29/8/2017).

 

Ini karena banyak pemakai obat kumur (mouthwash) kurang nyaman terhadap obat kumur yang beredar di pasaran sejauh ini. Salah satunya, Arum. Warga Bekasi itu saban hari mengumur mulutnya dengan pencuci mulut (mouthwash). Wanita 17 tahun ini rajin melakukannya 2 kali sehari – pagi sehabis makan dan sebelum tidur malam – setelah menggosok giginya dengan pasta gigi.

Sebenarnya, ia mengaku tidak nyaman menggunakan obat kumur. Sebab kandungan alkohol yang tinggi membuat mulutnya terasa pedas. Giginya yang sensitif pun terasa pedih. “Nyes rasanya seperti minum es batu,” ujar siswi di salah satu SMA swasta tak jauh dari tempat tinggalnya.

Sehingga, setiap habis menggunakan mouthwash, ia senantiasa mengumur lagi dengan air keran di kamar mandi. Warga Bekasi ini mengumur mulutnya berkali-kali sampai rasa pedas dan nyesnya hilang. Bahkan ia merasa kawatir kalau kandungan alkoholnya ikut masuk ke dalam mulut. “Setelah itu saya baru minum air putih,” katanya.

Berkumur dengan mouthwash merupakan salah satu cara agar kuman-kuman penyakit yang masih tertinggal di rongga mulut bisa mati. Ini karena menggosok gigi dengan pasta gigi tidak menjamin mulutnya bakal jauh dari kuman. Daerah di ronga giginya pasti ada luput dari gesekan dari sikat gigi. Apalagi bila menggosok gigi tidak dilakukan dengan cara yang benar. Tidak sedikit orang yang melakukannya asal-asalan hingga merusak email gigi.

Namun tak semua pencuci mulut cocok untuk semua orang. Sehingga tak sedikit mereka memilih menggosok gigi saja. Karena itu perlu pencuci mulut yang cocok untuk semua orang, termasuk yang memiliki gigi sensitif. Di antaranya yang tidak mengandung alkohol atau zero alcohol, berbahan herbal, dan sebagainya. Salah satunya produk yang baru saja dikeluarkan J&J. Devy Yheanne, Country Leader of Communication & Public Affairs, J&J Indonesia menyebut Listerine Zero sebagai salah satu produk tak mengandung alkohol. Meski tak mengandung alkohol, produk tersebut mengandung bahan-bahan yang juga dapat membunuh jutaan kuman di mulut, dan membuat si pemakai merasa lebih nyaman, terutama bagi pemakai yang memiliki gigi sensitif.

Pihaknya mengeluarkan varian produk tersebut karena, salah satunya masih sedikit masyarakat yang menyadari pentingnya menggunakan mouthwash setelah menyikat. “Padahal gigi cuma 25% dari rongga mulut,” ujarnya. Artinya tanpa menggunakan mouthwash peluang bakteri jahat tumbuh di sekitar mulut -- di luar gigi -- masih besar, dan bisa merusak gigi meski sudah digosok giginya dengan pasta gigi.

Selain itu, hasil Riset Kesehatan Dasar yang digelar Kementerian Kesehatan 2013, menunjukkan masih minimnya masyarakat kita yang menggosok gigi sesuai dengan anjuran dokter gigi, seperti setelah makan dan sebelum tidur. Khususnya, pada malam hari, sehabis menonton televisi atau bermain game, mereka mengantuk dan lupa menggosok gigi. “Atau setelah menggosok gigi mereka lupa berkumur dengan mouthwash,” sambung Devy.

Belum lagi tidak sedikit yang salah menggosok gigi, sehingga ada bagian gigi yang belum tersentuh oleh pasta gigi. Maka, berkumur dengan mouthwash menjadi salah satu cara untuk membasmi kuman yang masih terselip di sela-sela gigi. “Jika tidak dilakukan, kuman penyakit yang masih hidup dapat menimbulkan masalah, seperti penumpukan plak, radang gusi, serta bau nafas tak sedap,” katanya.

Berkumur dengan mouthwash juga ada aturannya. Seperti menggosok gigi, kata Sri Hastuti Kumaladewi, Head of Profesional Marketing Listerine J&J, berkumur juga cukup dilakukan dua kali, setelah sarapan dan sebelum tidur. Lama berkumur yang ideal adalah 30 detik. Kemudian bagi anak-anak yang berumur 12 tahun ke atas diperbolehkan berkumur dengan mouthwash, karena anak seumur itu sudah mampu mengeluarkan hasil kumuran.

“Kalau tertelan juga tidak menjadi masalah, karena sangat sedikit kandungannya dibandingkan yang dikeluarkan,” kata Sri Hastuti. Begitu pula kandungan alkoholnya yang sangat dikawatirkan pemakai mouthswash seperti ibu hamil. Ini lantaran ada varian mouthwash yang tidak mengandung alkohol.

 


Penulis: Aries Kelana

Editor: Aries Kelana

Share this article