Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin (GATRA/Eva Agriana Ali/AK9) Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin, mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Wali Kota Tangerang
Ilustrasi (Antara/Yusuf Nugroho/AK9) Yogyakarta,GATRAnews - RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, hanya mampu menyembuhkan 300 pasien katarak setiap tahun. Mahalnya biaya
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta GATRAnews -- Penelitian Northwestern University baru-baru ini menggarisbawahi bagaimana kondisi lingkungan di awal perkembangan dapat menyebabkan peradangan pada
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta GATRAnews - Kecerdasan (IQ) yang lebih tinggi saat kanak-kanak berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah terhadap penyebab utama kematian. Termasuk
Jakarta GATRAnews - Komputer yang mampu meramalkan masa hidup pasien hanya dengan melihat gambar organ tubuh, selangkah lebih dekat untuk menjadi kenyataan. Semua itu berkat penelitian di University
Jakarta GATRAnews - Menggunakan bukti yang ditemukan pada gigi bayi, periset dari The Senator Frank R. Lautenberg Environmental Health Sciences Laboratory and The Seaver Autism Center for Research
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Dok.GATRA/re1) Bandung, GATRAnews - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang

Listerine Memperkenalkan Tiga Varian Produk Baru

Sri Hastuti Kumaladewi, Head of Proffesional Maekring Listerine J&J (Gatra/Aries Kelana/AK9)

Jakarta, GATRANews -- Untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi masyarakat Indonesia, PT Johnson & Johnson Indonesia (J&J) terus berinovasi. Salah satunya membuat mouthwash terbaru. Yaitu: Listerine Zero, Listerine Green Tea, dan Listerine Multi-Protect Zero. Ketiga varian tadi diperkenalkan kepada wartawan di kantornya, Jl Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan hari ini (29/8/2017).


Devy Yheanne, country leader of Communication & Public Affairs, J&J mengatakan bahwa varian produk tersebut diproduksi, salah satunya masih sedikit masyarakat yang menyadari pentingnya menggunakan mouthwash setelah menyikat. “Padahal gigi cuma 25% dari rongga mulut,” ujarnya.

Selain itu, hasil riset kesehatan dasar yang digelar Kementerian Kesehatan 2013, menunjukkan masih minimnya masyarakat kita yang menggosok gigi sesuai dengan anjuran dokter gigi, seperti setelah makan dan sebelum tidur. Khususnya, pada malam hari, sehabis menonton televisi atau bermain game, mereka mengantuk dan lupa menggosok gigi. “Atau setelah menggosok gigi mereka lupa berkumur dengan mouthwash,” sambung Devy.

Belum lagi tidak sedikit yang salah menggosok gigi, sehingga ada bagian gigi yang belum tersentuh oleh pasta gigi. Maka, berkumur dengan mouthwash menjadi salah satu cara untuk membasmi kuman yang masih terselip di sela-sela gigi. “Jika tidak dilakukan, kuman penyakit yang masih hidup dapat menimbulkan masalah, seperti penumpukan plak, radang gusi, serta bau nafas tak sedap,” katanya.

Berkumur dengan mouthwash juga ada aturannya. Seperti menggosok gigi, kata Sri Hastuti Kumaladewi, Head of Proffesional Maekring Listerine J&J, berkumur juga cukup dilakukan dua kali, setelah sarapan dan sebelum tidur. Lamanya, berkumur yang ideal adalah 30 detik. Kemudian bagi anak-anak yang berumur 12 tahun ke atas diperbolehkan berkumur dengan mouthwash, karena anak seumur itu sudah mampu mengeluarkan hasil kumuran. “Kalau tertelan juga tidak menjadi masalah, karena sangat sedikit daripada yang dikeluarkan,” kata Sri Hastuti. Begitu pula kandungan alkoholnya yang sangat dikawatirkan pemakai mouthswash seperti ibu hamil. Ini lantaran ada varian mouthwash yang tidak mengandung alkohol.

Devy misalnya menyebut Listerine Zero tak mengandung alkohol. Meski tak mengandung alkohol, produk tersebut mengandung bahan-bahan yang juga dapat membunuh jutaan kuman di mulut. Tanpa alkohol juga membuat si pemakai merasa lebih nyaman, terutama bagi pemakai yang memiliki gigi sensitif.


Penulis: Aries Kelana

Editor: Aries Kelana

Share this article