Metode Pengobatan Kanker Timur dan Barat

Jakarta, GATRAnews - Kanker merupakan penyakit yang menyeramkan bagi semua orang. Begitu mendapat vonis kanker dijatuhkan, maka Anda pasti akan ketakutan.


Banyak rumah sakit yang menawarkan perawatan penyakit kanker, baik di dalam maupun luar negeri. Salah satunya St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou.

Rumah sakit ini mengklaim menerapkan metoda pengobatan minim efek samping dan efektif mengatasi kanker.

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou merupakan rumah sakit kanker internasional hasil kerja sama antara Bo'ai Medical Group China dan Perennial Real Estate Singapura.

General Manager St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, Wu Jin Guo untuk wilayah Jakarta mengatakan, selama ini pihaknya melakukan pengobatan bagi pengindap kanker dengan model terapi komprehensif.

"Terapi ini adalah metode gabungan pengobatan timur dan barat bertarget minimal invasif," kata kata Wu Jin Guo dalam siaran persnya, Rabu (30/8).

Pengobatan ini, lanjutnya, memiliki keunggulan seperti, minim luka, efektif, pemulihan cepat, pengobatan akurat, dan minim efek samping lainnya.

"Metode ini juga dapat mengobati kanker stadium awal dan lanjut serta mendapatkan hasil yang baik," ujarnya.

Wu Jin Guo menjelaskan, pada sistem ini juga diintegrasikan esensi pengobatan tradisional China.

Pengobatan itu, dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga keseimbangan tubuh dalam proses pengobatan kanker, membunuh sel tumor padat sekaligus membangun kembali sistem kekebalan tubuh yang kuat terhadap kanker, serta menghambat metastasis dan kekambuhan kanker secara menyeluruh.

Lebih lanjut Wu Jin Guo mengatakan, St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou telah berkembang menjadi basis pengobatan kanker internasional terbesar di China Selatan.

Berpegang pada visi 'Berorientasi pada orang, dunia medis tanpa batas', St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, saat ini telah memiliki kantor perwakilan di sejumlah negara, antara lain, di Arab Saudi, Malaysia, Vietnam, Indonesia, Filipina, Thailand, Bangladesh, dan Kamboja.

"Hingga kini telah menyembuhkan lebih dari 20.000 pasien kanker stadium awal dan lanjut dari 30 negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah," kata Wu Jin Guo.


Editor: Arief Prasetyo

Share this article