Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin (GATRA/Eva Agriana Ali/AK9) Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin, mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Wali Kota Tangerang
Ilustrasi (Antara/Yusuf Nugroho/AK9) Yogyakarta,GATRAnews - RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, hanya mampu menyembuhkan 300 pasien katarak setiap tahun. Mahalnya biaya
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta GATRAnews -- Penelitian Northwestern University baru-baru ini menggarisbawahi bagaimana kondisi lingkungan di awal perkembangan dapat menyebabkan peradangan pada
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta GATRAnews - Kecerdasan (IQ) yang lebih tinggi saat kanak-kanak berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah terhadap penyebab utama kematian. Termasuk
Jakarta GATRAnews - Komputer yang mampu meramalkan masa hidup pasien hanya dengan melihat gambar organ tubuh, selangkah lebih dekat untuk menjadi kenyataan. Semua itu berkat penelitian di University
Jakarta GATRAnews - Menggunakan bukti yang ditemukan pada gigi bayi, periset dari The Senator Frank R. Lautenberg Environmental Health Sciences Laboratory and The Seaver Autism Center for Research
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Dok.GATRA/re1) Bandung, GATRAnews - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang

DPR: Kasus Meninggalnya Bayi Debora Bukti Rumah Sakit Belum Ramah Anak

Wakil ketua Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis (Dok DPR RI/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Wakil ketua komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis, menyayangkan tidak tertolongnya nyawa bayi Debora akibat masalah administrasi rumah sakit yang berlokasi di Jakarta.

"Kasus itu sangat ironis, karena terjadi di Ibu Kota Jakarta, yang menjadi pusat pemerintahan. Kalau di Jakarta saja terjadi hal demikian, lalu bagaimana dengan di daerah lain yang terpencil?" ujarnya, di Jakarta, Senin (11/9).

Selain itu, Iskan mengatakan bahwa meninggalnya bayi Debora juga merupakan puncak gunung es dari belum ramahnya rumah sakit bagi penanganan pasien anak selama ini. "Anak merupakan kalangan yang rentan, oleh karena itu harus diprioritaskan penanganan kesehatannya, apalagi dalam kondisi darurat," katanya.

Menurut anggota DPR RI Fraksi PKS ini, seluruh anak di Indonesia memiliki hak sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, apapun status sosialnya. Tidak bisa pihak rumah sakit dengan alasan administrasi tidak mau menangani pasien anak yang kritis.

"Sudah menjadi rahasia umum bahwa jika pasien dirujuk ke UGD tidak akan mendapatkan perawatan sebelum administrasi alasan tempat penuh, dan kandang kurang semangat menerima BPJS kalau sudah melebihi target tertentu karena ditenggarai terlalu murah atau karena manejemen yang buruk," lanjutnya.

Iskan menambahkan, bahwa di masyarakat sekarang memang timbul kesan rumah sakit hanya memberikan pelayanan kepada mereka yang mampu secara finansial. Menurutnya, kondisi ini harus dihilangkan. Ia meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk pro aktif dan kordinasi dengan Kemenkes melakukan investigasi demi perbaikan kedepan dan dijadikan momentum untuk memperbaiki pelayanan kesehatan bagi seluruh anak Indonesia.

"Sangat mungkin kasus serupa terjadi di banyak tempat, namun belum   diungkap ke publik saja. Maka perlu ditelusuri dan dibuatkan rekomendasi bagi penanganan pasien anak yang terbaik," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat 

Share this article