Awas Maag dan Kanker Lambung Bisa Disebabkan oleh Bakteri

Jakarta, GATRANews -- Jaga kesehatan lambung Anda. Sebab, jika lalai menjaganya, salah satu organ saluran cerna itu bakal diserang bakteri, salah satunya Helicobacter pylori. Menurut Dr dr Ari Fahrial Syam, Ketua Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI), tak bisa disepelekan. Ini karena dapat menimbulkan tukak lambung. Bahkan tak tertutup kemungkinan terkena kanker lambung. Itu diungkapkannya dalam jumpa pers yang digelar di Ruang Kuliah Penyakit Dalam, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

 

Dalam rilisnya yang diterima GATRAnews (12/9), bakteri tersebut bisa menyebabkan dispepsia (penyakit maag). Jumlah penderitanya lumayan banyak, meskipun belakangan ini angka infeksi dari bakteri tadi menurun. “Satu dari lima pasien dispepsia berpotenti terkena infeksi bakteri ini,” kata Ari.

Di Jepang, Prof Hisao Tajiri, MD, President Japanese Gastroenterological Endoscopy Society yang ikut dalam jumpa pers itu, mengatakan bahwa kasus yang paling banyak di Jepang adalah kanker lambung. Selain karena pola makan yang salah, juga disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori (H. Pylori). Tajiri menekankan kuman H pylori merupakan faktor risiko kanker saluran cerna di Jepang. “Kuman ini dapat menyebabkan kanker saluran cerna (gastric cancer) jika tak diobati dengan tuntas,” katanya.

H. Pylori kini juga menjadi perhatian peneliti Indonesia. Ari yang memimpin studi tersebut juga menemukan ada beberapa faktor yang menyebabkan kuman ini bisa tumbuh di daerah lain, tapi tidak di tempat lain. Seperti antara Papua tidak sama dengan Bugis, Aceh dan Medan. Keragaman budaya dan suku bangsa membuatu kejadian infeksi H pylori berbeda-beda. Ini yang menimbulkan dugaan adanya peran genotip. “Ini tentu lahan yang menarik untuk diteliti,” katanya.

Selama 3 tahun, Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia, khususnya kelompok studi H. Pylori Indonesia, melakukan studi di 20 RS di Indonesia. Studi tersebut digelar dengan bekerja sama dengan peneliti Jepang Prof Yoshio Yamaoka dari Universitas Iota, Jepang.

Dari hasil penelitian terhadap 1.100 pasien, Dokter Ari bersama Prof Yoshio Yamaoka dari Universitas Iota, Jepang. Menemukan prevalensi H pylori di Indonesia sebesar 22,1%. Satu dari 5 pasien dispepsia (sakit maag) berpotensi mengalami infeksi bakteri tadi. “Suku bangsa dan sumber air menjadi salah satu faktor risiko infeksi kuman itu,” katanya. Untuk mengatasi penyakit tersebut, pasien bisa diberi antibiotik, klaritromisin, atau rabeprazole.


Editor: Aries Kelana

Share this article