BPJS Kesehatan Teken Kontrak MoU dengan Dharma Wanita

BPJS Kesehatan (ANTARA/Rahmad/HR02)

Jakarta, GATRANews -- Sebagai bentuk komitmen menjalankan amanah undang-undang terkait pelaksanaan program jaminan kesehatan di Indonesia, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan dan Dharma Wanita Persatuan sepakat menjalin kerjasama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman. Melalui sinergi ini, Dharma Wanita diharapkan dapat mendukung BPJS Kesehatan mencapai universal health coverage atau cakupan semesta tahun 2019 mendatang. 

Kesepahaman antara BPJS Kesehatan dengan Dharma Wanita Persatuan tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa ini (10/10/2017). 

Dharma Wanita, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady, merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial. "Dengan kondisi tersebut, diharapkan Dharma Wanita memiliki kekuatan yang besar dalam mengajak masyarakat untuk menjadi akselerator dalam mencapai tujuan pemerintah, baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan kesehatan,” katanya, kepada wartawan, seperti dalam rilisnya yang diterima GATRANews.

Terdapat beberapa ruang lingkup cakupan Nota Kesepahaman tersebut diantaranya (1) Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional  - Kartu Indonesia Sehat (2) Dukungan Upaya penguatan promotif dan preventif bagi peserta JKN-KIS.  Adapun Nota Kesepahaman ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal 10 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 09 Oktober 2019.

Sampai dengan 06 Oktober tahun ini tercatat sebanyak 182.826.781 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta program JKN-KIS. Hadirnya program JKN-KIS membuat masyarakat yang awalnya takut berobat ke fasilitas kesehatan karena biaya yang besar, menjadi tidak khawatir lagi. Sesuai dengan road map yang disusun, diharapkan pada 1 Januari 2019 mendatang, seluruh penduduk Indonesia telah tercakup dalam program JKN-KIS serta mendapatkan jaminan kesehatan yang dapat melindungi mereka saat sakit. 

“Untuk mewujudkan hal tersebut, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN-KIS senantiasa berupaya menjalin kerjasama dan memperkuat hubungan kemitraan dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan, keagamaan dll, sehingga implementasi program JKN-KIS di lapangan dapat berjalan lancar,” kata Maya. 

Ia berharap, nota kesepahaman tersebut juga dapat menjadi awal kerjasama yang baik antara BPJS Kesehatan dengan Dharma Wanita se-Indonesia untuk bersinergi meningkatkan derajat kesehatan para Dharma Wanita dan seluruh rakyat Indonesia melalui penyediaan jaminan kesehatan dalam program JKN-KIS. Ketua Dharma Wanita Wien Ritola Tasmaya, hadir untuk melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman. 



Editor: Aries Kelana

 

Share this article