Prevalensi Penderita Masalah Gigi dan Mulut di DI Yogyakarta Tertinggi Se-Indonesia

Pemeriksaan gigi gratis di FKG UGM sebagai salah satu kegiatan di ajang Bulan Kesehatan Gigi Nasional.

Yogyakarta, gatracom - Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) Ahmad Syaify mengatakan jumlah penderita masalah gigi dan mulut di DI Yogyakarta tertinggi secara nasional. Sesuai data penelitian dasar kesehatan pada 2015, sebanyak 32,1 persen penduduk DI Yogyakarta memiliki masalah pada gigi dan mulut.



Kondisi ini menjadi anomali di tengah masyarakat DI Yogyakarta yang umumnya berpendidikan tinggi. “Masalah gigi dan mulut didominasi gigi berlubang atau karies. Angka ini tertinggi secara nasional dibandingkan dengan provinsi lain,” kata Ahmad saat jumpa pers Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN)  di kampus FKG UGM, Kamis (12/10).

 Bahkan jika disandingkan dengan persentase secara nasional, penderita masalah gigi dan mulut DI Yogyakarta masih lebih tinggi. Jumlah penderita masalah gigi dan mulut secaranasional 25,9 persen dari seluruh penduduk Indonesia.

 Ahmad menyatakan kondisi ini sangat memprihatinkan. Dengan  penduduk yang rata-rata mendapat pendidikan tinggi, ternyata warga DI Yogyakarta belum mementingkan kesehatan gigi. Sampai saat ini, Ahmad menyatakan belum ada penelitian  lebih lanjut yang bisa menjelaskan hal itu meski Yogyakarta memiliki dua fakultas kodekteran gigi.

 Sebagai upaya kampanye kesehatan gigi dan mulut, bersama pemerintah kabupaten dan kota di DI Yogyakarta FKG UGM menambah sekolah dan desa binaan tahun depan.

 “Saat ini baru 52 sekolah di Kabupaten Sleman dan 3 desa binaan di Sleman dan Bantul. Kami targetkan tahun depan sekolah dan desa binaan akan hadir di seluruh kabupaten dan kota di DI Yogyakarta,” ujarnya.

 Adapun Division Head for Health & Wellbeing and Profesional Intitutions Yayasan Unilever Indonesia Ratu Mirah Afifah menyatakan kegiatan BKGN merupakan ajang tahunan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

 “Memang secara keseluruhan, hampir 91,9 persen penduduk Indonesia, sudah membersihkan gigi secara teratur. Namun permasalahan gigi dan mulut masih sangat tinggi. Hal ini karena kesalahan dalam cara dan waktu menggosok gigi,” jelasnya.

 Dari jumlah itu, baru 2,3 persen penduduk yang sudah benar dalam cara dan waktu menggosok gigi yakni usai sarapan dan sebelum tidur. 

 Dilaksanakan sejak 12 September sampai 29 November 2017, BKGN  menggandeng Persatuan Dokter Gigi Indonesia  dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi dengan menggelar acara di 57 tempat di  Indonesia. Tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Merdeka dari Gigi Berlubang’ merujuk pada program Indonesia bebas gigi berlubang pada 2030.





Reporter: Arif Koes H
Editor: Rosyid



Share this article