Nginang Ternyata Baik Untuk Kesehatan Gigi

Yogyakarta, gatracom- Mengunyah dauh sirih atau dikenal dengan 'nginang' oleh masyarakat Jawa ternyata baik untuk kesehatan gigi. Daun sirih memiliki khasiat membasmi unsur-unsur patogen di dalam mulut.



"Daun sirih baik untuk kesehatan gigi karena bisa membunuh kuman, sebagai antioksidasi, sebagai fungisida dan sebagai antijamur," ujar Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia Ratu Mirah Afifah  di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof Soedomo UGM, Kamis (12/10).

Karena kandungannya yang sangat baik untuk kesehatan, membuat orang yang 'nginang' akan terhindar dari gigi berlubang, bahkan berpengaruh pada kesegaran kulit.

"Namun kini tradisi nginang itu sudah ditinggalkan karena ada cara yang instan untuk menjaga kesehatan tubuh. Bahkan ada pasta gigi yang berbahan herbal," ujarnya.

Sayangnya, menurut Mirah, tradisi 'nginang' biasanya disertai "nyusur" dengan daun tembakau yang justru berdampak buruk dan bisa menyebabkan kanker mulut.

“Sekarang faktor utama munculnya masalah gigi di Indonesia adalah tingginya konsumsi camilan yang meningkat 4 persen setiap tahun. Terutama camilan yang manis, lengket, dan permen yang digemari anak-anak,” jelasnya.

Usai mengonsumsi camilan yang manis dan lengket, derajat keasaman mulut menurun. Jika kondisi berlangsung terus-menerus, ini membuat mineral-mineral gigi hilang dan gigi pun berlubang.

Untuk mengurangi dampak buruk camilan itu, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik RS Gigi dan Mulut Prof Soedomo Harsini menganjurkan untuk memilih camilan yang bertekstur dan berserat serta mengandung air dan kalsium yang tinggi.

“Tekstur lembut dari ragam camilan menjadikan anak-anak kurang berlatih mengunyah. Sebaliknya makanan berserat akan lama dikunyah sehingga gerakan mengunyah ini merangsang aliran kelenjar ludah yang berfungsi sebagai pembersih alami rongga mulut dan menetralisir keasaman di dalamnya,” kata Harsini.

Tip dan kegiatan dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut ini dapat diikuti di RS Gigi dan Mulut UGM, selama 12-14 Oktober. Acara ini bagian dari Bulan Kesehatan Gigi Nasional BKGN. Warga di sekitar kampus UGM termasuk pengemudi becak dan pedagang angkringan, serta anak-anak diajak untuk memeriksakan gigi dan mulut mereka.




Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Rosyid


Share this article