Yayasan Wahana Artha Dukung Penyebaran Ilmu Paliatif

Yayasan Wahana Artha mendukung mendukung gerakan asuhan paliatif yang digalakkan Yayasan Rumah Rachel. (GATRA/Dok. WMS)

Jakarta, gatra.com – Yayasan Wahana Artha sebagai organisasi sosial nirlaba di bawah Wahana Artha Group mendukung gerakan asuhan paliatif yang digalakkan Yayasan Rumah Rachel. Paliatif merupakan ilmu medis yang mendukung secara emosional dan sosial pasien penyakit berat untuk menikmati kualitas hidup lebih baik.



Berlangsung selama dua hari di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Sabtu-Minggu (14-15/10) lalu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seseorang saat mengurus keluarga yang terkena penyakit berat.

Dan Yayasan Wahana Artha coba memfasilitasinya dengan membantu kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengembangan kemampuan paliatif khususnya bagi anggota keluarga yang memiliki pasien dengan tingkat penyakit berat.

Tidak hanya sekedar perawatan, tindakan paliatif juga menitik beratkan kepada kemampuan emosional dan sosial pengasuh terhadap anggota keluarga yang sedang mengalami sakit berat.

“Melihat besarnya keinginan Yayasan Rumah Rachel untuk kemajuan pola asuh paliatif, Yayasan Wahana Artha yang juga fokus pada bidang kesehatan, merasa perlu untuk memberikan dukungan kepada yayasan yang aktif membina dengan banyak lembaga di luar negeri,” jelas Head of CSR Wahana sekaligus Ketua Yayasan Wahana Artha, Ronnal Prawira, dalam siaran resminya, Senin (16/10) lalu.

Ia menambahkan ilmu asuh paliatif memang terbilang tabu di masyarakat meski hal ini banyak dialami. Dengan edukasi ini diharapkan pengasuh dan pasien dengan penyakit berat dapat menikmati hidup dengan lebih wajar.

Bersamaan dengan itu, Yayasan Rumah Rachel juga merayakan Hari Asuhan Paliatif Anak Sedunia yang berlansung selama dua hari ini dilakukan dengan cara yang unik. Seluruh pengunjung mall yang lewat dan tertarik, dapat mencari informasi tentang paliatif dan mengisi living wall ‘jika ini hari terakhir saya’.

Pemain Satria Muda bersama Ronnal Prawira ikut mengisi Wall Living. (GATRA/Dok. WMS)

Ragam kata yang terungkai pun bermacam-macam, mulai dari yang menyentuh, sedih dan ada yang juga lucu. Seperti, ‘Jika ini hari terakhir saya, saya akan menghabiskan waktu dengan keluarga tercinta’.

Beragam bentuk dukungan telah diberikan kepada yayasan Rumah Rachel yang sangat konsen di bidang ilmu asuhan paliatif ini.

“Meski terbilang baru dan belum diketahui umum, banyak dukungan telah kami berikan kepada yayasan tersebut agar kesadaran ini dapat diketahui seluruh masyarakat,” pungkas Ronnal.

Ditambahkannya, pada kesempatan ini dua orang pemain bola basket dari klub Satria Muda Dodo dan Hardi menyempatkan diri hadir ditengah acara dan tentunya ikut mengisi Wall Living.

Pada kesempatan yang sama, gadis berumur 16 tahun bernama Michelle, melakukan aksi ‘gundul’ kepala untuk menyatakan dukungannya kepada keluarga yang saat ini tengah merawat anak dengan penyakit berat.

“Hari ini saya melakukan potong rambut sebagai bentuk kesedihan saya untuk anak-anak yang saat ini sedang mengidap penyakit keras,” ujar Michelle yang juga ikut aktif melakukan penggalangan dana di dunia maya untuk mendukung gerakan paliatif ini.

Mewujudkan keinginan ini, Wahana memberikan donasi dalam bentuk uang tunai dan bantuan tiga unit sepeda motor Honda yang diberikan kepada tim perawat paliatif Rumah Rachel.


Editor: Toha

Share this article