Stimulasi Pijat Bayi Tingkatkan Kualitas Hidup

Acara Pijat Bayi di Auditorium Siwabesy (GATRA/ASH/AK9)

Jakarta, Gatra.com- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Selasa (7/11) mengadakan pijat bayi masal untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke-53. Acara yang diikuti kurang lebih 300 bayi usia  di bawah dua tahun ini bertempat di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta.

 

Peserta yang hadir tidak hanya datang dari lingkungan kementerian kesehatan saja, tetapi juga masyarakat umum. Seperti Sri Lestari, salah seorang ibu yang memiliki anak berusia 1,5 tahun. Keikutsertaanya pada kegiatan ini dikarenakan ingin bisa memijat sendiri anaknya.

“Sebetulnya pijat jadi salah satu alternatif langkah pertama kalau anak ada gejala sakit, untuk menghindari obat-obatan. Melancarkan sirkulasi darah. Dari arahan dokter, kalau kembung dan susah buang air besar bisa dengan pijat,” ucap Sri.

Ibu berusia 33 tahun tersebut menceritakan anaknya yang sering nangis kalau dipijat oleh dukun bayi. Setelah adanya kegiatan ini, Sri berharap bisa mempraktekkan apa yang telah diajarkan oleh instruktur pijat bayi sehingga anak tidak nangis lagi kalau dipijat.

Dalam acara, seluruh ibu diwajibkan memijat bayinya sesuai dengan arahan yang diberikan oleh instruktur. Pertama melalui usapan muka, pijatan alis dan wajah, hingga pijatan punggung. Setelah pemijatan, dianjurkan untuk memandikan anak dengan air hangat. Aktivitas pijat yang dilakukan dengan benar mampu merangsang stimulasi indera pendengaran dan penglihatan.

“Untuk tercapainya tumbuh kembang yang optimal diperlukan stimulasi dan pembinaan secara komprehensif dan berkualitas. Dilakukan pada masa periode kritis yaitu sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat diberikan pada anak di bawah dua tahun yaitu stimulasi pijat. Sentuhan tersebut dapat memberikan stimulasi pada perkembangan dan fungsi organ tubuh, otak, saraf, mental dan perilaku anak,” ucap Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Moeloek.

Tujuan dari acara ini menurut Menkes, guna meningkatkan kualitas hidup bayi di bawah dua tahun sehingga tumbuh kembang anak dapat optimal. Diharapkan setelah rutin dilakukan, dapat mempererat ikatan atau bounding antara orang tua dan anak melalui sentuhan. Kegiatan ini juga sebagai dukungan terhadap program upaya Indonesia Sehat dengan penguatan promotif dan preventif dengan pemberdayaan masyarakat.

Reporter: ASH

Editor: Hendri Firzani

Share this article