Pentingnya Nutrisi bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Profesor Frans J Kok memberikan pemaparan mengenai pentingnya nutrisi (GATRA/ASH/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Melahirkan menjadi momok manakutkan bagi sebagian wanita. Tidak hanya karena akan mengalami pertarungan nyawa, namun juga bentuk tubuh akan berubah setelahnya. Berat badan bertambah dan muncul guratan yang tidak diinginkan di perut. Dari sekian banyak perubahan, ada hal yang perlu dijaga sebelum melahirkan. Salah satunya adalah pemenuhan nutrisi.

Profesor Frans J Kok dari Universitas Wageningen, Belanda menjelaskan bahwa ibu hamil harus memenuhi nutrisinya. Bagaimana ibu hamil dalam mengkonsumsi makanan akan berpengaruh pada janin yang dikandungnya. "Bila seorang ibu kekurangan nutrisi, maka akan berdampak pada beberapa penyakit seperti diabetes dan liver," ujar Frans. Ini disebabkan karena terjadi patologis pada hormon adiposit yang mengatur sensitivitas insulin.

Pemaparannya dalam The 2nd International Conference and Exhibition on Indonesian Medical Education and Research Institute pada kamis (9/11) mengenai nutrisi yang dipersonalisasi dan keuntungannya bagi tubuh. Tekanan sel lemak menyebabkan peradangan sehingga memerlukan daya tahan yang baik.

Tidak perlu makan terlalu banyak, namun yang terpenting memperhatikan asupannya. Kecukupan kalori akan mempengaruhi bayi yang ada dalam kandungan. Ini akan menentukan pembentukan organ seperti ginjal dan organ metabolik.  "Apalagi ketika sudah melahirkan dan memasuki tahap menyusui, menjadi lebih penting lagi, harus terdapat kombinasi seperti asam folat dan zat besi," ungkapnya.

Pakar Nutrisi dan Kesehatan Belanda ini menceritakan penelitiannya pada wanita Belanda yang tidak mendapatkan makanan yang cukup. Bayi mereka ikut merasakan apa yang dialami karena memang genetik berperan disana. Saat musim semi, mereka beresiko terkena penyakit kronis.

“ Makanan berinteraksi terhadap genetik. Metabolik seperti dikatakan di masa depan merupakan epigenetik. Kemudian genetik berinteraksi terhadap lingkungan,” katanya.

Kombinasi dari sejumlah kondisi ( metabolik) menyebabkan perubahan ekspresi genetika karena adanya peredaman gen lainnya. Frans juga mencontohkan kejadian di China. Disana wanita hamil mendapatkan ekstra zat besi sehingga perkembangan kognitif lebih baik.

Berbeda dengan yang terjadi di Indonesia. Negara ini mengalami beban ganda malnutrisi. Yang terpenting pada saat hamil adalah kondisi gizi yang baik. Protein dan karbohidrat harus seimbang. "Ini yang tidak didapatkan di negara berkembang. Mereka tidak memiliki status gizi yang baik," kata Frank lagi.


 

Reporter: ASH

Editor : Bernadetta Febriana

Share this article