Cara Mengatasi Penebalan Dinding Rahim, Ini Saran Dokter

Ilustrasi.

Jakarta, Gatracom – Menstruasi merupakan hal yang alamiah bagi wanita yang menginjak dewasa. Namun setelah wanita menginjak usia senja, antara 45 hingga 50 tahun haid akan berhenti dan itulah yang dinamakan menopause, yakni dalam rentang umur itu, adalah masa menopause yang notabene siklus haidnya tak lagi aktif.


Menopause sendiri merupakan kondisi di mana seorang wanita telah berhenti menstruasi selama 12 bulan berturut-turut. Namun, ada kalanya seorang wanita mengeluarkan darah seperti haid saat menopause. Pendarahan yang terjadi pada organ intim setelah menapause dapat merupakan satu pertanda adanya gangguan medis yang serius.

Menurut dr. Febrien Hein WL, Sp.OG, Spesialis Kandungan dan Kebidanan di Rumah Sakit Rawalumbu, Bekasi, mengatakan, perdarahan pada masa menopause selalu dicurigai penyebabnya adalah kanker endometrium atau kanker rahim. Walaupun tidak mesti dicurigai kanker, karena bisa saja penyebabnya adalah faktor lain seperti penebalan rahim.

“Untuk memastikannya sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Kalau saya anjurkan untuk dilakukan operasi curet dan sampelnya hasil curet dicek di laboratorium untu memastikan penyebabnya,” jelas dr. Febrien, Senin (13/11).

Operasi ini, lanjutnya, untuk membersihkan dining penebalan agar bersih. Jika terjadi misalnya tumor, maka tidak akan cepat menjalar ke organ yang lain.

Penebalan dinding rahim atau hyperplasia endometrium adalah suatu kondisi di mana timbul permasalahan terjadinya penebalan atau pertumbuhan yang berlebihan dari dinding rahim atau endometriu, yang umumnya terjadi pengelupasan pada saat menstruasi yang berkaibat dapat terganggunya proses kehamilan.

Penyakit ini dapat terjadi akibat rangsangan hormon estrogen yang melebihi jumlah dari hormon progesteron. Pada kasus umum meningkatnya jumlah hormon estrogen akan dapat mengakibatkan penyakit kista.

Penebalan dinding ada tiga: Pertama, penebalan dinding rahim simpek. Yakni penderita tidak perlu khawatir da cemas karena pada kategori ini termasuk penyakit yang bisa disembuhkan.

Kedua, penebalan dinding rahim kistik. Yakni penebalan dinding yang satu ini juga sama tidak berbahaya seperti penebalan dinding rahim simplek.

Ketiga dinding rahim Atipik. Yakni penebalan dinding rahim ini cenderung akan memicu beberapa penyakit berbahaya lainnya seperti kanker rahim dan ini berbahaya. Untuk itu penebalan dinding rahim iniharus diobati secara serius.

Lajut dr. Febrien seseorang bisa mengalami penebalan dinding rahim disebabkan kondisi ini terjadi karena tubuh terlalu banyak memiliki hormon estrogen tanpa diimbangi hormon progesteron. Saat penebalan ini terjadi, jumlah sel-sel penyusunnya tumbuh secara abnormal dan membentuk pertumbuhan yang berlebihan.


Editor: Arief Prasetyo

Share this article