Minum Kopi Dapat Kurangi Risiko Stroke dan Gagal Jantung

Ilustrasi.

Jakarta, Gatracom – American Heart Association menerbitkan sebuah penelitian yang menyebutkan, seseorang yang minum secangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko stroke dan gagal jantung. Dalam penelitiannya itu ditemukan setiap cangkir kopi, minuman adiktif menurunkan risiko stroke hingga 8% dan gagal jantung sebesar 7%.


Dalam penelitian yang dikutip laman Daily Mail, Selasa (14/11), studi itu juga membuktikan minuman kopi memiliki manfaat kesehatan yang berharga, karena penelitian sebelumnya telah ditemukan bahwa ia melawan kanker tertentu, meringankan sakit kepala, membantu menurunkan berat badan dan membuat Anda hidup lebih lama.

University of Colorado menunjukkan, menambahkan secangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko stroke hingga delapan persen dan gagal jantung sebesar tujuh persen.

Periset menggunakan mesin untuk menganalisa data dari penelitian Framlingham Heart yang telah lama berjalan, dengan menyelidiki penyakit jantung selama lebih dari 60 tahun.

Analisa dari University of Colorado itu kemudian membandingkan dengan dua studi tradisional lainnya untuk mendapatkan keseluruhan tren. Penelitian itu adalah Studi Jantung Kardiovaskular dan Risiko Atherosclerosis dalam Studi Komunitas.

Penulis pertama studi itu Laura Stevens mengatakan, hubungan antara minum kopi dan penurunan risiko gagal jantung dan stroke dicatat secara konsisten di ketiga penelitian itu.

Dia menambahkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap cangkir kopi per hari memiliki penurunan terkait setiap hasil.


Meskipun kandungan kafein yang tinggi telah menimbulkan kekhawatiran kesehatan seputar kopi, tapi jumlah antioksidan dalam minuman itu telah dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan termasuk melindungi terhadap kanker.

Tingkat antioksidan melawan penyakit mungkin penting dalam mengurangi risiko stroke dan gagal jantung, walaupun penelitian lebih lanjut harus dilakukan.

“Mesin belajar bekerja dengan menemukan asosiasi dalam data, 'dengan cara yang sama seperti situs belanja online memprediksi produk yang mungkin Anda sukai berdasarkan riwayat belanja Anda, dan merupakan satu jenis analisis data yang besar,”' kata Stevens.

Sementara banyak faktor risiko gagal jantung dan stroke sudah diketahui, para peneliti meyakini masih ada faktor risiko yang tidak teridentifikasi.


Editor: Arief Prasetyo

Share this article